TNI Bangun Jembatan Darurat dan Hunian Sementara bagi Korban Bencana Agam

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bukittinggi – Ratusan personel TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0304/Agam dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi dalam dua bulan terakhir.

Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso, menyampaikan sekitar 800 prajurit gabungan telah diturunkan ke sejumlah titik terdampak, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Agam yang hingga kini masih berstatus tanggap darurat.

“Sejak bencana terjadi pada akhir November 2025, sebanyak 800 prajurit kami kerahkan langsung ke lapangan, terutama di wilayah Kabupaten Agam,” ujar Slamet di Bukittinggi, Kamis (1/1/2026).

Ia menjelaskan, fokus utama personel TNI saat ini adalah memulihkan akses transportasi yang terputus, di antaranya melalui pembangunan jembatan bailey dan jembatan armco di Kecamatan Palembayan serta kawasan sekitar Danau Maninjau.

Baca Juga  Tol Cipali Kembali Memakan Korban, Puluhan Luka-Luka

Selain itu, sebanyak 100 prajurit Kodim 0304/Agam masih disiagakan untuk membantu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di Palembayan. Pihaknya menargetkan pembangunan 207 unit huntara dapat rampung sesuai rencana.

“Kami berupaya menyelesaikan seluruh pembangunan hunian sementara agar masyarakat bisa segera menempati tempat yang lebih layak,” kata Dandim.

Slamet menambahkan, para prajurit tetap bekerja maksimal di lapangan meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang mendukung, termasuk potensi longsor dan banjir susulan.

Selama proses penanganan bencana berlangsung, tidak ada prajurit Kodim 0304/Agam yang menjadi korban jiwa.

Sejak bencana longsor dan banjir bandang terjadi pada 27 November 2025, TNI terlibat aktif dalam berbagai tahap penanganan, mulai dari evakuasi dan penyelamatan korban, distribusi bantuan logistik, hingga pembersihan material longsor di permukiman warga dan ruas jalan.

Baca Juga  Bukittinggi Siagakan Pemeriksaan Kendaraan Angkutan Umum

Berdasarkan data terbaru, tercatat 163 warga Kabupaten Agam meninggal dunia, sementara 38 orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat bencana tersebut. (des*)