Pessel  

Mahyeldi; Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi, Rumah Rusak Berat Akan Dibangun Kembali

Gubernur Sumatera Barat bertemu dan berdialog dengan pengungsi korban bencana.
Gubernur Sumatera Barat bertemu dan berdialog dengan pengungsi korban bencana.

Painan — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melakukan kunjungan dan dialog langsung dengan para pengungsi korban bencana di lokasi pengungsian Taratak Teleang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (1/1/2025).

Hingga kini, tercatat 115 kepala keluarga dengan total 306 jiwa masih tinggal di pengungsian. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi warga dan perkembangan penanganan pascabencana berjalan sesuai rencana. Berdasarkan laporan petugas, seluruh pengungsi telah tercatat dengan baik.

Mahyeldi menjelaskan, pemerintah daerah telah memulai pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana. Huntara tipe 36 ini ditargetkan dapat segera digunakan oleh pengungsi.

“Kita membangun huntara agar masyarakat bisa tinggal lebih layak sambil menunggu hunian tetap. Targetnya, pembangunan bisa rampung dalam waktu dekat,” ujar Mahyeldi.

Selain huntara, pemerintah juga menyiapkan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat akibat banjir bandang. Pembangunan huntap akan menyesuaikan ketersediaan lahan, baik milik warga maupun lahan yang disediakan pemerintah.

Baca Juga  Wabup Pesisir Selatan Sampaikan Nota Ranperda RAPBD 2022

Selama tinggal di huntara, seluruh kebutuhan dasar pengungsi dijamin terpenuhi. Bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah kerabat, pemerintah menyediakan santunan bulanan.

“Selama di huntara, kebutuhan pengungsi akan terpenuhi. Bagi yang tinggal di rumah keluarga, akan kami bantu dengan santunan setiap bulan,” kata Mahyeldi.

Gubernur juga menegaskan, perbaikan infrastruktur terdampak bencana, termasuk jalan, jembatan, rumah ibadah, rumah warga, dan lahan pertanian, terus dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.

Sesuai arahan Presiden, pemerintah bertanggung jawab membangun kembali rumah warga yang rusak berat. Untuk rumah rusak sedang dan ringan, BNPB melakukan pendataan dengan besaran bantuan Rp30 juta untuk rusak sedang dan Rp15 juta untuk rusak ringan.

“Bantuan ini mungkin belum sepenuhnya mencukupi, tapi ini bentuk perhatian dan komitmen pemerintah. Selain itu, ada dukungan tambahan, seperti relaksasi perbankan dan bantuan dari Kementerian Sosial,” jelas Mahyeldi.

Baca Juga  Warga Selamatkan Pemotor Usai Tersenggol Truk CPO

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memastikan ketersediaan logistik pengungsi, terutama kebutuhan pangan, dalam kondisi aman. Ia menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak sebagai bentuk empati dan komitmen untuk mendampingi warga.

“Kehadiran pemerintah di sini untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi bencana ini sendiri. Kami akan terus bersama warga hingga kondisi benar-benar pulih,” tegas Mahyeldi.

Selain meninjau pengungsian, Mahyeldi juga mengecek kondisi jalan, aliran sungai, sekolah, dan puskesmas terdampak agar segera dapat difungsikan kembali.(des*)