Rata-rata Utang Negara Berkembang Turun Tipis Tanpa China

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta– Dana Moneter Internasional (IMF) melaporkan bahwa total utang global mengalami kenaikan tipis, mencapai USD251 triliun.

Mengutip Anadolu Agency pada Kamis (18/9/2025), rasio utang dunia terhadap produk domestik bruto (PDB) global kini berada di angka 235 persen.

Rinciannya, utang publik global naik menjadi USD99,2 triliun, sementara utang swasta global justru turun menjadi USD151,8 triliun. Rasio utang swasta terhadap PDB dunia menurun menjadi 143 persen, level terendah sejak 2015. Sebaliknya, rasio utang publik global naik menjadi 93 persen dari PDB dunia.

IMF menekankan, “Tingkat utang dan defisit di banyak negara masih tinggi dan menjadi perhatian, baik di negara maju maupun berkembang, jika dilihat dari standar historis.”

Baca Juga  Skyrider X6, Kendaraan Hybrid Darat dan Udara dari China

Di Amerika Serikat, rasio utang publik meningkat menjadi 121 persen, dari sebelumnya 119 persen, sementara Tiongkok mencatat kenaikan menjadi 88 persen, dari 82 persen.

Jika AS tidak diperhitungkan, rata-rata utang publik di negara maju justru turun lebih dari 2,5 poin menjadi 110 persen dari PDB mereka. IMF menjelaskan, “Kenaikan utang di beberapa negara besar seperti Prancis dan Inggris seimbang dengan penurunan di Jepang dan beberapa negara kecil, termasuk Yunani dan Portugal.”

Baca Juga  Budi Arie, Belum Ada Gaji untuk Pengurus Kopdes Merah Putih

Sementara itu, jika Tiongkok dikecualikan, utang publik di negara berkembang sedikit menurun, rata-rata di bawah 56 persen dari PDB.(des*)