Solok  

14 Bonggol Rafflesia Siap Mekar, Tim Belukar Pantau

Rafflesia
Rafflesia

Solok– Sebuah bunga langka, Rafflesia Arnoldi, berhasil mekar sempurna di Bukik TabuhNagari SaniangbakaKecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Koordinator BELUKARMuhammad Rizki, mengungkapkan bahwa bunga raksasa ini sudah mekar selama lima hari hingga Rabu (3/9/2025).

“Setelah sebelumnya hanya bonggol, saat ini bunga ini telah mekar selama lima hari,” ujarnya.

Rafflesia yang mekar kali ini memiliki diameter 88 sentimeter. Tahun ini, ini merupakan mekarnya bunga Rafflesia kesepuluh yang berhasil ditemukan oleh tim Belukar.

“Sejak awal 2025, ini adalah bunga kesepuluh yang mekar. Sebelumnya, Oktober 2024, kami juga menemukan dua bunga yang mekar, namun satu gagal mekar karena cuaca panas,” jelas Rizki.

Musim kemarau yang panjang turut memengaruhi mekarnya bunga, sehingga bunga sering cepat layu.

Baca Juga  Fenomena Langka, Rafflesia Tuan-Mudae Mekar Bersamaan di Cagar Alam Maninjau

“Cuaca panas saat musim kemarau sangat berpengaruh. Selain ada bunga yang gagal mekar, bunga yang berhasil mekar pun sering tak bertahan lama,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, tim Belukar juga menemukan 14 bonggol Rafflesia dengan ukuran berbeda yang berpotensi mekar, meski cuaca tetap menjadi faktor penentu.

“Di Bukik Tabuh saja sudah ada 14 bonggol, mulai dari yang kecil hingga besar. Tapi apakah semuanya akan mekar, masih tergantung cuaca,” jelas Rizki.

Untuk pemantauan, tim belum dapat mengawasi seluruh bunga secara langsung karena keterbatasan waktu dan akses.

“Sebagian bunga baru lima yang bisa kami pantau secara langsung karena ada pengunjung. Sisanya mekar tanpa pengawasan,” ujarnya. Ia menambahkan, mekarnya Rafflesia menarik banyak pengunjung yang ingin melihat keindahan bunga langka ini.

Baca Juga  Keresahan Warga X Koto Singkarak, Jejak Harimau Muncul hingga Area Kebun

Rizki menekankan, pelestarian hutan sangat penting agar Rafflesia dapat terus tumbuh. Keasrian hutan dan kondisi cuaca yang mendukung menjadi faktor utama agar bunga ini tidak terancam punah.(des*)