Jakarta – PT Pertamina Gas (Pertagas) berhasil menyalurkan gas bumi mencapai 560.523 Juta Standar Kaki Kubik (MMSCF) sepanjang tahun 2024. Pasokan ini ditujukan untuk mendukung sektor kelistrikan, produksi pupuk, dan berbagai industri strategis di dalam negeri.
Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menegaskan bahwa perusahaan berperan aktif dalam pengembangan industri nasional melalui penyediaan jaringan distribusi gas di sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Dengan menyalurkan gas ke berbagai KEK, kami tidak hanya memastikan ketersediaan energi, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri demi memperkuat perekonomian nasional,” ungkap Indra dalam rilis resmi, Senin (18/08/2025).
Pertagas mengelola infrastruktur gas yang melayani KEK seperti Arun Lhokseumawe, termasuk LNG Receiving and Regasification Terminal yang memasok kebutuhan listrik untuk Pupuk Iskandar Muda (PIM) serta industri lokal di Lhokseumawe. Gas yang diregasifikasi kemudian dialirkan melalui jaringan pipa Arun-Belawan-KIM-KEK, untuk memenuhi kebutuhan PT PLN Belawan, Kawasan Industri Medan (KIM), serta KEK Sei Mengkei.
Selain itu, Pertagas menjadi penopang utama pasokan gas bagi industri pupuk di Sumatera Selatan (Pusri), Jawa Barat (Pupuk Kujang), Jawa Timur (Petrokimia Gresik/PKG), dan Kalimantan (Pupuk Kaltim/KT).
Di Pulau Jawa, perusahaan mengelola operasional Pipa Gas Cirebon-Semarang (Cisem) milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang memegang peran penting dalam menyalurkan gas ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK). Menurut data Kementerian ESDM, sekitar 40 industri di Kendal dan Batang berpotensi memanfaatkan gas dari Pipa Cisem-1.
“Ketersediaan jaringan gas yang handal menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri nasional, dengan memastikan pasokan energi ke berbagai kawasan industri dan sektor strategis,” tambah Indra.
Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangaturn, menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya menjamin pasokan energi yang stabil, memperkuat industri, membuka lapangan kerja, serta mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia.(BY)












