Berita  

Kebutuhan Jagung Tinggi, Manfaatkan Lahan Tidur


Liputankini.com-Produksi jagung kurang sementara kebutuhan meningkat mengharuskan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat lebih menggenjot produksi jagung. Salah satu solusi yang akan ditempuh, dengan jalan memanfaatkan lahan tidur.

Gubernur Mahyeldi secara khusus meminta dinas terkait agar menyiapkan regulasi khusus tentang pemanfaatan lahan tidur. “Tolong disiapkan draft pergub atau perda untuk mengolah lahan lahan tidur. Lahan tidur banyak, tenaga kerja kita  juga banyak. Regulasi ini untuk mengatur tanah-tanah yang tidak digarap. Kita dorong pemiliknya atau orang lain untuk memanfaatkannya. Nanti kita bantu bibit atau insentif untuk produknya,” kata Mahyeldi saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi perencanaan pembangunan (Rakorenbang) Sumatera Barat  di auditorium gubernuran, Selasa (9/3/2021).

Baca Juga  Labuan Bajo Membara! Erwin Bebek (Santosa Kadiman) Dilaporkan ke Bareskrim, Proyek St. Regis Terancam Pupus

Dilanjutkan Mahyeldi, salah satu usaha yang menjanjikan saat ini adalah bidang pangan. Selain mendorong pemanfaatan lahan, pemerintah juga akan membantu pengolahan hingga pemasaran melalui dinas terkait.

“Kebutuhan jagung di Sumbar tinggi, sampai 600 ton perhari, sementara produksi kita masih kurang. Makanya pemanfaatan lahan tidur ini sangat perlu. Nanti melalui BUMD kita beli produknya,” kata dia yang dikutip dari laman Facebook Kominfo Sumbar.

Baca Juga  Ketua PWI: Pers Harus Mengedepankan Kemanusiaan di Tengah Disrupsi Teknologi

Berdasarkan dara Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, lahan tidur mencapai 200 ribu hektare dan berpotensi dikelola khususnya untuk tanaman jagung.(*)