Workshop Influencer BUMN, Membangun Branding Positif

Erick Thohir Ingin Tingkatkan Kapabilitas Digital Influencer BUMN
Erick Thohir Ingin Tingkatkan Kapabilitas Digital Influencer BUMN

Jakarta – Melalui Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan pentingnya bagi karyawan BUMN, terutama influencer BUMN, untuk memiliki kemampuan digital yang kuat.

Menurutnya, kapabilitas digital sangat penting karena dapat membantu membangun branding yang menguntungkan baik bagi perusahaan maupun individu.

“Kemampuan digital itu krusial, penting untuk memahami manfaat dan tujuan dari media sosial. Kami perlu menunjukkan kepada masyarakat mengenai peran strategis pekerjaan BUMN dalam pembangunan nasional,” katanya dalam Workshop Influencer BUMN di Makassar, Sulawesi Selatan seperti yang dilaporkan dalam keterangan tertulis pada Jumat (28/6/2024).

Arya menambahkan bahwa dengan seringnya menyebarkan informasi positif tentang perusahaan, hal ini dapat memperkuat branding perusahaan serta memajukan karyawan BUMN secara pribadi.

“Dari situlah, peluang untuk pengembangan diri dan kemajuan BUMN tempat bekerja akan semakin terbuka lebar,” ucap Arya.

Workshop Influencer BUMN adalah acara yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN untuk memberikan wadah kepada karyawan BUMN agar dapat meningkatkan kreativitas mereka dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perusahaan. Acara ini berhasil diselenggarakan berkat kerjasama antara Kementerian BUMN, SIG, Pelindo, dan BTN.

Baca Juga  BPI Danantara Lakukan Kajian Menyeluruh terhadap BUMN Infrastruktur

Acara ini dihadiri oleh 100 influencer BUMN dari seluruh Sulawesi, yang mendapatkan pelatihan tentang strategi optimalisasi media sosial, termasuk pembuatan konten menarik, pengaturan narasi komunikasi, dan membangun branding baik untuk perusahaan maupun diri sendiri.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyambut positif inisiatif Kementerian BUMN dalam acara Workshop Influencer BUMN dan 1.000 Manusia Bercerita. SIG tidak hanya berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini tetapi juga mengirimkan 25 karyawan, termasuk 5 influencer dan 20 millennial.

SIG melihat bahwa optimalisasi penggunaan media sosial tidak hanya memperkuat citra perusahaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap SIG, tetapi juga memberikan manfaat bagi karyawan serta membantu menyaring informasi negatif untuk menjaga kesehatan mental di era informasi yang penuh dengan dinamika.

Baca Juga  Prabowo Tegas, Direksi BUMN Tak Mampu Lebih Baik Mundur

“SIG mendukung upaya untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan serta kemampuan mereka dalam menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Ini sejalan dengan komitmen SIG untuk mempromosikan kesehatan dan keselamatan kerja, serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif agar semua karyawan dapat terus berkembang,” jelasnya.(BY)