Jakarta – Peningkatan kasus penyalahgunaan oli palsu menjadi kekhawatiran serius bagi pemilik sepeda motor. Alih-alih melindungi mesin, oli palsu justru dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada komponen mesin.
Oli palsu menyebabkan kerugian bagi pengguna motor karena komposisi kimianya tidak sesuai untuk melindungi dan menjaga kinerja mesin. Selain itu, penggunaan oli palsu juga bisa meningkatkan suhu mesin dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Karena itu, penting untuk bisa membedakan oli asli dari yang palsu agar mesin motor tetap terlindungi dengan baik.
Honda memberikan tips untuk membedakan oli AHM asli dan palsu, sebagai berikut:
1. Kode Keamanan: Periksa kode keamanan yang terletak pada tutup oli. Kode tersebut akan rusak setelah tutup dibuka, menunjukkan bahwa oli telah dibuka sebelumnya.
2. Segel Hologram: Perhatikan segel hologram pada tutup botol oli. Hologram ini memiliki kode keamanan unik yang tidak bisa ditiru. Oli palsu biasanya tidak memiliki segel hologram.
3. QR Code: Botol oli AHM dilengkapi dengan label QR Code yang berisi informasi tentang produk. QR Code dapat dipindai menggunakan ponsel pintar untuk memverifikasi keaslian dan tanggal kedaluwarsa oli. Jika oli palsu, QR Code akan menampilkan pesan bahwa data tidak ditemukan saat dipindai, sehingga konsumen dapat melaporkannya.(des)












