| Jasra Putra |
Padang Panjang – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Jasra Putra, M.Pd mengingatkan, dalam menikmati liburan akhir tahun 2021 dan memperingati Hari Ibu, orangtua harus mengedepankan hak keselamatan dan hak hidup anak.
Dalam wawancara khusus dengan Singgalang, menggunakan jaringan virtual, Rabu (22/12), Jasra menyatakan, situasi liburan kali ini, dianggap dapat berdampak buruk, bila kita tidak mewaspadai varian baru Covid-19 Omicron.
‘’Bukan berarti kita takut, namun alangkah baik nya bila diantisipasi, terutama keselamatan anak-anak ketika menjalani liburan. Tidak ada orang tua yang ingin anak-anaknya sakit ketika dalam perjalanan atau menikmati liburan,’’ katanya.
Menurut aktivis muda asal Pasaman Barat itu, hak keselamatan dan hak hidup lebih utama untuk anak, dibanding lainnya dalam situasi varian baru Omicron.
Begitu juga pentingnya memperhatikan informasi BMKG, terkait perubahan iklim di tempat-tempat wisata, dan lokasi perjalanan yang akan ditempuh. Dalam antisipasi perubahan iklim dan pergerakan alam sewaktu waktu.
Jasra mengingatkan semua pihak, terutama para penanggung jawab tempat-tempat destinasi wisata, transportasi, fasilitas selama perjalanan, dan semua elemen terkait, diharap mendukung dalam mengejar target vaksin untuk anak, agar mereka dapat menjalani liburan dengan tenang.
‘’Anak-anak harus terbebas dari segala bentuk eksploitasi di tempat tempat liburan, karena kurangnya aspek keselamatan, berdesakan, antrian panjang, ancaman terpisahnya orang tua dan anak di tempat liburan, dan akses cepat bila terjadi situasi darurat baik keselamatan maupun pengobatan,’’ katanya.
Jasra menegaskan, hal-hal tersebut harus menjadi perhatian pemilik destinasi wisata selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini.
Karena seringnya peristiwa tempat destinasi wisata dan hiburan menelan korban yang tak perlu, jika diantisipasi sejak awal.
Begitupun praktek eksploitasi pekerja anak, eksploitasi seksual anak yang potensi dan kerap terjadi di tempat tempat pariwisata, baik pelakunya wisatawan, maupun pelaku anak, terutama di momen pergantian tahun.
Aktivis organisasi panti asuhan nasional itu menegaskan, salah satu hal kecil perayaan pergerakan perjuangan perempuan di Hari Ibu 22 Desember adalah pergerakan para ibu dalam memperjuangkan anak-anaknya untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19.
Karena bagaimanapun, ucapnya, ibulah yang seringkali mengambil tanggung jawab lebih kepada anak-anaknya, terutama dalam liburan Nataru kali ini.
Sehingga, imbuhnya, penting bagi para suami, kakak, para anggota keluarga mendukung tugas dan tanggung jawab ibu selama perjalanan liburan, dimulai dengan melindungi si kecil.(veri)
Editor : Yuniar












