Jangan Remehkan Anak Pinggiran Daerah! Naifa Bungkam Panggung Seni Suara

Pariaman – Jangan pernah menganggap remeh bakat anak daerah. Dari Kurai Taji, Pariaman Selatan, seorang anak perempuan bernama Naifa Attila Fadwa membuktikan bahwa prestasi tidak harus lahir dari panggung megah, fasilitas mewah, atau popularitas.

Dengan lantunan Bintang Qasidah, ia justru berhasil mencuri perhatian dan merebut Juara I MTQ Nasional ke-IX Tingkat Kota Pariaman 2026. Sebuah kemenangan yang membawa pesan lebih besar daripada sekadar piala.

Naifa tampil sebagai Juara I Bintang Qasidah Puteri Tingkat Anak-Anak dalam MTQ yang berlangsung di Pentas Seni Pantai Kata Pariaman, 30 Oktober hingga 1 November 2026.

Penghargaan berupa piala dan bonus Rp1,5 juta diserahkan Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Yosnely Balad, pada malam penutupan MTQ, Minggu (1/11/2026), di halaman Balai Kota Pariaman.

Namun, angka dan gelar juara bukanlah satu-satunya hal yang membuat pencapaian ini layak diperhitungkan.

Sebab, Naifa bukan juara yang muncul secara instan. Sebelumnya, ia telah mengukir Juara I Lomba Lagu Minang Tingkat SD se-Kota Pariaman.

Pada September 2026, ia juga meraih Juara III Kategori Lagu Salawat dalam Porsadin VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Padang. Bahkan, namanya mulai diperhitungkan untuk diproyeksikan mengikuti Porsadin tingkat nasional pada akhir tahun ini.

Baca Juga  Thailand Bungkam Indonesia dengan Skor 3-0

Jejak prestasinya memperlihatkan bahwa kemampuan tersebut bukan sekadar keberuntungan sesaat.

Di saat banyak anak berlomba mengejar popularitas melalui gemerlap hiburan, Naifa memilih jalur berbeda. Ia menyalurkan kemampuan melalui lantunan salawat dan seni qasidah.

Dari panggung ke panggung, bakatnya terus ditempa. Inilah ironi sekaligus pesan penting bagi dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda. Potensi luar biasa tidak selalu datang dari pusat kota. Kadang, talenta yang pantas diperhitungkan justru tumbuh dari lingkungan yang jarang mendapat sorotan.

Zulfadli, orang tua Naifa, menyambut keberhasilan tersebut dengan penuh syukur. Namun, kebanggaan keluarga tidak boleh berhenti pada seremoni penyerahan piala.

Ia berharap prestasi itu menjadi motivasi bagi Naifa untuk terus belajar dan berlatih. Apresiasi juga disampaikan kepada Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Mulyadi, Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, jajaran kecamatan, KUA, official Kafilah MTQ Pariaman Selatan, SDIT Mutiara Pariaman, serta keluarga dan kerabat yang telah memberikan dukungan.

Tetapi ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Jangan sampai perhatian terhadap talenta anak daerah hanya muncul ketika mereka berhasil membawa pulang gelar juara.

Pembinaan harus berjalan sebelum kompetisi, pendampingan harus hadir sebelum kemenangan, dan kesempatan harus diberikan jauh sebelum nama mereka dikenal. Sebab, berapa banyak bakat potensial yang mungkin tidak pernah muncul hanya karena tidak memperoleh ruang dan dukungan yang memadai?

Baca Juga  Pemerintah Kota Pariaman Inisiasi Museum Tabuik, Perkuat Edukasi Budaya

Prestasi Naifa semestinya menjadi pengingat bahwa investasi terbesar sebuah daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga keberanian membina generasi mudanya.

Kini, Naifa telah membuktikan kemampuannya. Juara I Bintang Qasidah MTQ Pariaman 2026 adalah pencapaian yang patut dibanggakan, tetapi perjalanan masih panjang.

Dari Kurai Taji, suaranya telah menembus panggung kompetisi tingkat kota hingga provinsi. Berikutnya, tantangan lebih besar menanti.

Jangan hanya tepuk tangan ketika anak daerah menjadi juara. Berikan mereka panggung, pembinaan, dan kesempatan agar kelak tidak sekadar menjadi kebanggaan Pariaman, tetapi mampu berbicara di tingkat nasional.(ssc)