Tekno  

Ahli Gizi Ungkap Makanan yang Bisa Menekan Hormon Stres Secara Alami

Dark Chocolate, salah satu makanan pereda stres.
Dark Chocolate, salah satu makanan pereda stres.

JakartaTekanan pekerjaan, aktivitas harian yang padat, serta waktu istirahat yang terbatas dapat membuat tubuh mengalami kelelahan, baik secara fisik maupun emosional. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memicu stres yang berdampak pada kesehatan.

Namun, tingkat stres seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi mental. Kebiasaan makan yang kurang baik juga dapat memperburuk keadaan, seperti sering melewatkan sarapan, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, atau mengandalkan makanan cepat saji.

Padahal, pemilihan makanan yang tepat dapat membantu tubuh menghadapi tekanan. Nutrisi yang seimbang berperan dalam menjaga kestabilan energi, mendukung kerja hormon, serta membantu mengontrol respons tubuh terhadap stres.

Ahli gizi kesehatan masyarakat dari Health and Food Supplements Information Service Inggris, Dr. Emma Derbyshire, menjelaskan bahwa pola makan teratur dengan komposisi nutrisi yang baik dapat membantu mengurangi dampak stres.

Menurutnya, konsumsi makanan yang mengandung protein, serat, serta sumber energi yang dilepaskan secara perlahan dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil ketika menghadapi tekanan.

Berikut sejumlah makanan yang dapat menjadi pilihan untuk membantu mengelola stres:

1. Oatmeal dan Telur untuk Awali Hari

Sarapan menjadi salah satu kebiasaan penting untuk menjaga keseimbangan tubuh. Melewatkan makan pagi dapat menyebabkan perubahan kadar gula darah dan berpengaruh terhadap peningkatan hormon kortisol yang berkaitan dengan stres.

Telur mengandung protein berkualitas tinggi serta asam amino yang dibutuhkan tubuh. Sementara oatmeal memiliki kandungan karbohidrat kompleks dan serat yang membuat energi dilepaskan secara bertahap.

Baca Juga  Penumpang Ungkap Maskapai dengan Makanan Terburuk di Penerbangan

Kandungan serat dalam oat juga mendukung kesehatan bakteri baik di usus yang memiliki hubungan dengan fungsi otak dan pengaturan suasana hati.

2. Ikan dengan Kandungan Omega-3

Jenis ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel dikenal kaya akan asam lemak omega-3. Nutrisi ini memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh saat mengalami tekanan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa omega-3 berpotensi membantu mengendalikan peningkatan hormon kortisol ketika seseorang berada dalam kondisi stres. Para ahli merekomendasikan konsumsi ikan berlemak secara rutin, sekitar dua kali dalam seminggu.

3. Buah Vitamin C dan Cokelat Hitam

Vitamin C memiliki peran dalam mendukung fungsi kelenjar adrenal yang berkaitan dengan produksi hormon stres. Buah seperti jeruk, kiwi, dan berbagai jenis beri dapat menjadi sumber vitamin C alami.

Selain itu, makanan yang mengandung flavonoid seperti buah beri, teh hijau, dan dark chocolate juga memiliki kandungan antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh.

4. Sayuran Hijau untuk Mendukung Sistem Saraf

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, dan sawi mengandung magnesium serta folat yang bermanfaat bagi tubuh.

Magnesium membantu menjaga fungsi sistem saraf agar tetap stabil, sedangkan folat berperan dalam pembentukan neurotransmiter yang berkaitan dengan pengaturan suasana hati.

Baca Juga  Diskon Besar-Besaran iPhone di April 2024

Kebiasaan yang Bisa Memicu Stres Perlu Dikurangi

Selain memperhatikan makanan yang dikonsumsi, beberapa kebiasaan juga perlu dihindari karena dapat memperburuk respons stres tubuh.

Makanan tinggi gula dan produk olahan, seperti roti putih, kue manis, serta makanan instan, dapat menyebabkan perubahan kadar gula darah secara cepat sehingga memengaruhi produksi hormon stres.

Konsumsi alkohol juga perlu dibatasi. Meski dapat memberikan efek rileks sementara, alkohol terutama jika dikonsumsi menjelang tidur dapat mengganggu kualitas istirahat dan menghambat keseimbangan hormon tubuh.

Selain menjaga pola makan, paparan sinar matahari pagi juga dianjurkan karena cahaya alami membantu mengatur ritme biologis tubuh, termasuk siklus hormon kortisol agar tetap seimbang sepanjang hari.

Dengan kombinasi pola makan sehat, istirahat cukup, dan gaya hidup seimbang, tubuh dapat lebih siap menghadapi tekanan sehari-hari.(BY)