Tekno  

Startup China Luncurkan Kimi K3, Performa AI Diklaim Setara ChatGPT dengan Biaya Lebih Murah

Kimi K3 milik perusahaan China Moonshot menjadi salah satu model AI terbaik menyaingi Claude dan ChatGPT.
Kimi K3 milik perusahaan China Moonshot menjadi salah satu model AI terbaik menyaingi Claude dan ChatGPT.

Beijing – Persaingan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) antara China dan Amerika Serikat kembali memanas. Startup asal Beijing, Moonshot, meluncurkan model AI terbaru bernama Kimi K3 yang diklaim mampu bersaing dengan produk unggulan milik OpenAI maupun Anthropic.

Kehadiran Kimi K3 langsung menarik perhatian pelaku industri teknologi. Model AI berbasis open-source tersebut dinilai menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dan mulai mendekati kemampuan ChatGPT serta Claude dalam berbagai pengujian.

Anastasios Angelopoulos, CEO sekaligus pendiri platform evaluasi AI Arena, menyebut peluncuran Kimi K3 sebagai salah satu momen paling penting di industri AI tahun ini. Menurutnya, model terbuka dari China kini berpotensi melampaui performa sejumlah model tertutup yang dikembangkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Dalam pengujian Arena, Kimi K3 menempati posisi teratas pada kategori kemampuan pemrograman front-end. Angelopoulos memperkirakan hasil evaluasi berikutnya akan semakin mengukuhkan posisi model tersebut sebagai salah satu AI terbaik di kelasnya.

Peluncuran Kimi K3 berlangsung menjelang pidato Presiden China Xi Jinping dalam pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Dalam kesempatan itu, Xi menekankan bahwa perkembangan AI seharusnya menjadi hasil kolaborasi antarnegara, bukan didominasi oleh satu pihak saja.

Kemajuan AI China tidak hanya datang dari Moonshot. Sebelumnya, startup Zhipu atau Z.ai juga memperkenalkan model terbaru bernama GLM-5.2 yang mendapat respons positif dari komunitas pengembang perangkat lunak global. Model tersebut dinilai menawarkan performa kompetitif dengan biaya penggunaan yang lebih rendah dibandingkan sejumlah produk asal Amerika Serikat.

Baca Juga  HONOR Luncurkan Smartphone AI Terbaru, Kamera Ultra-Jernih Jadi Andalan

Kemunculan Kimi K3 bahkan mengingatkan pada perhatian besar yang sempat muncul saat DeepSeek meluncurkan model AI andalannya pada awal 2025. Meski demikian, sebagian kalangan menilai antusiasme terhadap model-model AI China masih perlu dibuktikan melalui penggunaan dalam skala yang lebih luas.

Selain perkembangan perangkat lunak, China juga terus memperkuat sektor perangkat keras AI. Dalam ajang WAIC 2026, Huawei memperkenalkan Atlas 950 SuperPoD, sistem komputasi AI yang dirancang untuk mendukung pengembangan teknologi domestik di tengah pembatasan ekspor chip dari Amerika Serikat terhadap perusahaan-perusahaan China.

Hingga kini Moonshot belum mengungkapkan secara rinci infrastruktur komputasi yang digunakan untuk melatih Kimi K3. Namun, perusahaan tersebut diketahui menjalin kerja sama dengan Huawei dalam pengembangan teknologi AI.

Dari sisi biaya, penggunaan Kimi K3 memang menjadi yang termahal di antara model AI buatan China saat ini. Kendati demikian, laporan analis Bank of America menyebut tarifnya masih lebih rendah, bahkan sekitar setengah dari biaya penggunaan model GPT-5.6 Sol milik OpenAI.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, sejumlah perusahaan AI Amerika Serikat kembali melontarkan tudingan terhadap pengembang AI China. OpenAI dan Anthropic menilai beberapa model AI China memanfaatkan teknik distillation untuk memperoleh kemampuan model mereka secara tidak sah.

Baca Juga  Cari Ahli Keamanan AI, OpenAI Tawarkan Gaji Fantastis

Anthropic sebelumnya menuduh DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax menggunakan metode tersebut untuk melatih model AI dengan memanfaatkan keluaran sistem Claude. Menurut perusahaan itu, teknik distillation sebenarnya sah digunakan, tetapi menjadi persoalan apabila diterapkan untuk menyalin kemampuan model pesaing tanpa melalui proses pengembangan yang setara.

Pemerintah China membantah tuduhan tersebut dan menyebut klaim yang dilontarkan perusahaan-perusahaan Amerika tidak memiliki dasar yang kuat.

Menariknya, arus inovasi AI juga terjadi ke arah sebaliknya. Startup asal San Francisco, Anysphere, mengakui bahwa salah satu teknologi yang digunakan pada produk pemrograman berbasis AI miliknya, Cursor, dibangun dengan memanfaatkan model K2.5 yang dikembangkan Moonshot.(BY)