BUBK Kebumen Hasilkan 80 Ton Udang, Siap Tembus Pasar Amerika Serikat

Menteri KKP Wahyu.
Menteri KKP Wahyu.

Jakarta — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa kegiatan budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, telah berjalan sesuai standar terbaik (best practice). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Presiden Prabowo Subianto turut melakukan panen besar yang menghasilkan sekitar 80 ton udang kualitas ekspor.

Lahan BUBK Kebumen sendiri memiliki luas sekitar 100 hektare dengan total 139 kolam produksi. Sebelum panen raya siklus kedelapan ini, kegiatan panen juga telah dilakukan secara bertahap (parsial) dalam beberapa periode sebelumnya.

“Panen yang kedelapan ini menunjukkan bahwa produktivitas per hektare sudah mencapai target optimal. Dengan penerapan standar industri secara penuh, hasilnya bisa maksimal. Hari ini sekitar 80 ton,” ujar Menteri Trenggono, Minggu (24/5/2026).

Untuk mencapai standar terbaik tersebut, KKP menerapkan sistem budidaya dengan kepadatan tebar yang dioptimalkan serta dukungan teknologi seperti sistem water intake, tandon, pemisahan saluran masuk dan keluar air, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Semua itu dirancang agar proses budidaya tetap efisien sekaligus ramah lingkungan.

Baca Juga  Antisipasi Dampak Perang Dagang, Mendag Ancam Tarif Tinggi hingga 200% untuk Barang China

Trenggono juga menjelaskan bahwa tantangan utama dalam penerapan best practice terletak pada menjaga stabilitas kualitas air, memastikan benih udang yang digunakan berkualitas, serta mengatur pemberian pakan agar tetap efektif dan efisien.

Udang hasil panen siklus kedelapan sejak BUBK Kebumen beroperasi pada 2023 tersebut memiliki ukuran 22–30 ekor per kilogram. Harga jualnya berkisar sekitar Rp70 ribu per kilogram, dan seluruh hasil panen telah dibeli oleh pelaku usaha lokal.

Selanjutnya, udang-udang tersebut akan dikirim ke Cirebon untuk diproses lebih lanjut sebelum diekspor ke Amerika Serikat. Salah satu pemasok dari Cirebon, Ciko Joyo, mengatakan bahwa kualitas dan ukuran udang dari BUBK Kebumen sangat sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor.

Baca Juga  Prestasi Gemilang, Timnas Indonesia U-23 Pertama Kali Tembus Semifinal Piala Asia U-23

“Pihak pabrik meminta kami mengambil dari BUBK Kebumen karena kualitas dan ukurannya memenuhi standar ekspor ke Amerika Serikat,” ujarnya.

Acara panen raya ini juga dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Presiden bahkan ikut turun langsung ke tambak untuk memanen udang bersama para pekerja.(BY)