Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat lima korban kecelakaan antara KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur yang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan bahwa para korban tersebar di empat fasilitas kesehatan berbeda. Sementara itu, korban lainnya yang sebelumnya sempat dirawat telah diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah masing-masing.
“Perkembangan terakhir, masih ada lima korban yang dirawat. Rinciannya, dua orang di RS Primaya Bekasi Timur, satu di RSUD Kabupaten Bekasi, satu di RS Primaya Bekasi Barat, dan satu di Eka Hospital Harapan Indah,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Kronologi Kecelakaan
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan kronologi lengkap insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur dan menewaskan belasan korban. Peristiwa tersebut berawal dari adanya taksi yang mengalami mogok di perlintasan sebidang.
Dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Dudy menjelaskan rangkaian kejadian yang berlangsung pada Senin malam (27/4), disertai ilustrasi video kejadian.
Pukul 20.34 WIB
KRL 5568A tiba di Stasiun Bekasi lebih awal satu menit. Tak lama kemudian, KA Sawunggalih 116B juga tiba dengan keterlambatan sekitar lima menit. Kereta tersebut kemudian diberangkatkan kembali pada pukul 20.37 WIB dan melintas di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.39 WIB.
Pukul 20.48 WIB
Sebuah taksi berwarna hijau dilaporkan mogok di tengah rel di kawasan Bekasi Timur. Pada waktu tersebut, KRL 5181B relasi Cikarang–Jakarta melintas dan menabrak kendaraan tersebut. Kejadian itu memicu kerumunan warga di lokasi.
Pukul 20.49 WIB
Di jalur berlawanan, KRL 5568A berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Bekasi Timur dengan keterlambatan sekitar delapan menit. Kereta tersebut tiba di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.49 WIB, juga dalam kondisi terlambat.
Setelah sempat melanjutkan perjalanan, KRL tersebut terhenti karena adanya kerumunan warga di jalur akibat insiden sebelumnya.
Pukul 20.52 WIB
KA Argo Bromo Anggrek melintas di Stasiun Bekasi sekitar pukul 20.51 WIB dengan kecepatan sekitar 108 kilometer per jam, lebih cepat dari jadwal. Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 20.52 WIB, kereta tersebut menabrak KRL 5568A di sekitar Stasiun Bekasi Timur.
Akibat kecelakaan ini, sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan sekitar 90 orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban merupakan penumpang KRL, sementara penumpang KA Argo Bromo Anggrek tidak dilaporkan menjadi korban.(des*)












