Mustafa Hilang di Sungai Kataping, Ditemukan Tak Bernyawa

Evakuasi mayat bocah di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman.
Evakuasi mayat bocah di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman.

Padang Pariaman — Seorang anak balita bernama Mustafa (4) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di aliran Sungai Kataping, yang berada di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Kantor SAR Kelas A Padang menerima informasi kejadian tersebut pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 08.10 WIB. Laporan disampaikan oleh warga setempat bernama Chandra melalui layanan Basarnas Command Center (BCC).

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa titik kejadian berada di koordinat 0°44’28.14″LS dan 100°13’59.34″BT. Lokasi tersebut berjarak kurang lebih 12,65 kilometer dari kantor SAR Padang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini bermula pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ibu korban pergi ke rumah tetangga yang berjarak sekitar 70 meter untuk mengisi daya ponsel, sementara Mustafa dititipkan kepada kakaknya yang berusia 8 tahun.

Baca Juga  Pengelola Destinasi Wisata Kab Solok Studi Tiru ke GTP Ulakan

Namun, ketika sang ibu kembali, anak tersebut sudah tidak berada di tempat. Saat ditanya, sang kakak hanya mengarah ke kawasan kebun sawit dan sungai. Warga kemudian melakukan pencarian hingga malam hari, tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim penyelamat dari Kantor SAR Padang diberangkatkan pada pukul 08.27 WIB dengan melibatkan 13 personel.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 08.55 WIB, kemudian langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pencarian di sekitar area kejadian.

Setelah pencarian berlangsung beberapa jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 15.15 WIB dalam kondisi tidak bernyawa, sekitar 200 meter dari lokasi awal diduga tenggelam. Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Ulakan.

Baca Juga  Kolaborasi Pemda dan Kementerian PU Tingkatkan Akses Air Bersih

Operasi pencarian dan penyelamatan resmi diusulkan untuk dihentikan setelah dilakukan evaluasi (debriefing) pada pukul 16.20 WIB. Seluruh tim yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.

Pihak SAR juga mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di area yang berpotensi berbahaya seperti sungai, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.(des*)