Sahat M. Sinaga Luncurkan Buku, Tawarkan Terobosan Baru Industri Sawit Nasional

Jakarta – Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) sekaligus tokoh industri, Sahat M. Sinaga, resmi meluncurkan buku yang berjudul “Dari Loyang Menjadi Emas: Dan Perjuangan Membuat Sawit Indonesia Lebih Bernilai” di The Westin Jakarta pada Rabu (15/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sahat menyoroti perlunya transformasi menyeluruh dalam industri kelapa sawit nasional, mulai dari hulu hingga hilir. Ia menegaskan bahwa pendekatan konvensional dalam pengolahan minyak sawit perlu dikaji ulang agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Sahat mengkritisi penggunaan teknologi physical refining bersuhu tinggi yang selama ini menjadi standar industri global. Menurutnya, proses tersebut berpotensi mengurangi kandungan nutrisi penting dalam minyak sawit. Sebagai solusi, ia menawarkan teknologi esterification bersuhu rendah yang dinilai lebih mampu menjaga kualitas gizi produk.

“Indonesia harus berani mengembangkan standar sendiri yang lebih relevan dengan kebutuhan dalam negeri, bukan sekadar mengikuti praktik luar,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua RT 9 di Kotimaringin Timur Resmi Menikah dengan Dua Wanita

Selain aspek teknologi, Sahat juga menyoroti peluang besar Indonesia untuk menjadi pemimpin global dalam industri sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ia menilai, dengan inovasi yang tepat, produk sawit Indonesia dapat memiliki nilai tambah lebih tinggi sekaligus menjawab tuntutan pasar internasional terhadap produk rendah emisi.

Sahat juga mengungkapkan bahwa pengembangan teknologi ini mendapat dukungan dari Yayasan Pembangunan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSB). Di sisi lain, permintaan pasar global, khususnya dari China, disebut sangat besar, bahkan berpotensi menyerap seluruh produksi. Namun, Sahat mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan untuk kebutuhan domestik.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani melalui koperasi agar mereka memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan mampu meningkatkan produktivitas.

Baca Juga  Perayaan HUT Bhayangkara Ke-77 Digelar di SUGBK dengan Keamanan Ketat

Tak kalah penting, Sahat mengusulkan pengembangan profesi “dokter tanaman sawit” untuk memastikan kesehatan tanaman dan keberlanjutan produksi.

“Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas industri sawit sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional,” jelasnya.

Melalui buku ini, Sahat berharap pemikiran dan gagasannya dapat menjadi referensi bagi pemerintah, pelaku industri, dan akademisi dalam merumuskan kebijakan serta strategi pengembangan sawit Indonesia ke depan.

 

(ard)