IHSG Melemah, Volatilitas Saham Menurun, dan Pola Bullish Flag Belum Terkonfirmasi

IHSG Melemah, Volatilitas Saham Menurun
IHSG Melemah, Volatilitas Saham Menurun

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung melemah pada perdagangan hari ini. IHSG diprediksi akan berada di level 6.618–6.754, menurut para analis pasar modal. Pelemahan ini diprediksi akan berkurang dalam pekan pendek. Namun, perlu diingat bahwa pelemahan tersebut tidak mengindikasikan reversal karena masih sulit untuk menentukan apakah pelemahan tipis ini terjadi akibat dominasi daya beli atau jual pelaku pasar.

Dalam analisisnya, Pengamat Pasar Modal William Hartanto menjelaskan bahwa IHSG masih belum mampu menyelesaikan pembentukkan pola bullish flag-nya secara teknikal. Dengan pola yang belum jelas ini, arah pergerakan pasar menjadi lebih sulit dibaca.

William menyarankan strategi wait and see pada saham-saham 1st liner, yang merupakan penggerak indeks, sementara trading cepat bisa dilakukan pada saham-saham 2nd dan 3rd liner. Dia juga mencatat bahwa efek pembagian dividen terhadap pergerakan harga saham mulai reda, yang mengakibatkan volatilitas pergerakan harga saham menurun beberapa hari terakhir.

Baca Juga  TNI AL Bongkar 30 Km Pagar Laut di Kabupaten Tangerang

Secara teknikal, pergerakan IHSG masih terukur pada pola bullish flag yang belum terkonfirmasi. William menyimpulkan bahwa saat ini belum ada kesimpulan baru yang dapat diambil, dan arah pergerakan IHSG pada saat pembentukkan pola umumnya akan cenderung mixed.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah sebesar -2.78 poin (-0.04%) menuju 6661,87 pada hari Selasa, 27 Juni 2023. Dalam perdagangan tersebut, terdapat 260 saham yang menguat, 270 saham yang menurun, dan 215 saham yang tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi mencapai 8.090 triliun rupiah di semua pasar.

Baca Juga  Posko Covid-19 Dianggarkan dari Dana Desa

Dengan perkembangan ini, pelaku pasar diharapkan untuk tetap waspada dan mengamati pergerakan IHSG serta melakukan strategi yang sesuai dengan kondisi pasar saat ini.(by)