Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman menyampaikan laporan terkait dampak bencana hidrometeorologi kepada Gubernur Sumatera Barat secara daring dari Balaikota Pariaman.
Rapat ini dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, serta perwakilan Pemerintah Kota Pariaman, termasuk Wali Kota Yota Balad, Forkopimda, kepala OPD terkait, BPBD Kota Pariaman, dan wakil daerah terdampak lainnya.
Dalam paparan laporannya, Wali Kota Yota Balad menyebutkan bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Pariaman telah merusak 55 rumah, dengan 10 di antaranya mengalami kerusakan parah. Selain itu, bencana ini juga menimbulkan kerugian pada sekitar 800 hektare lahan pertanian.
Yota Balad menekankan pentingnya bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk segera menormalisasi aliran Sungai Batang Mangor sepanjang 14 km, yang saat ini berada di zona merah. Abrasi di sungai tersebut tidak hanya mengancam lahan pertanian, tetapi juga ratusan permukiman di bantaran sungai.
“Kami berharap Pemprov Sumbar dapat segera menindaklanjuti penanganan ini, dan kami juga memohon arahan dari Gubernur mengenai langkah-langkah pasca-bencana,” ujar Yota Balad.(des*)












