Tragis, Pengemudi Xiaomi SU7 Meninggal Karena Pintu Terkunci

Publik menyoroti pintu eletronik terkunci otomotis saat mobil terbakar sehingga sulit dibuka dan gagal menyelamatkan korban
Publik menyoroti pintu eletronik terkunci otomotis saat mobil terbakar sehingga sulit dibuka dan gagal menyelamatkan korban

Jakarta – Sebuah kecelakaan tragis yang melibatkan mobil listrik Xiaomi SU7 Ultra di China menarik perhatian publik internasional. Sorotan utama muncul pada pintu elektronik mobil yang diduga terkunci otomatis saat terjadi kebakaran.

Perangkat teknologi yang seharusnya memudahkan pengguna ini justru menjadi penghalang saat kecelakaan terjadi. Berdasarkan laporan Carnewschina, insiden berlangsung di Tianfu Avenue, Chengdu, pada 13 Oktober.

Mobil listrik tersebut terbakar hebat setelah menabrak median jalan. Rekaman dari saksi mata memperlihatkan pemandangan mengerikan, di mana sejumlah pengendara yang melintas berhenti untuk menolong korban, namun upaya mereka gagal, sebagaimana dikutip iNews.id.

Tim pemadam kebakaran segera diterjunkan dan menyemprotkan air ke kursi pengemudi. Namun, api yang cepat menyebar dan panas ekstrem membuat penyelamatan menjadi sangat sulit.

Beberapa pihak menduga pintu kendaraan terkunci, sehingga menghambat proses evakuasi, meskipun belum ada konfirmasi resmi. Rekaman yang beredar memperlihatkan kondisi mobil yang terbakar dan orang-orang gagal membuka pintu, memicu diskusi mengenai potensi kegagalan pintu elektrik.

Hingga kini, pihak berwenang di Chengdu maupun Xiaomi belum mengeluarkan pernyataan resmi. Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki, dan publik menunggu informasi lebih lanjut dari sumber resmi.

Korban tewas dalam insiden ini adalah seorang pria berusia 31 tahun bernama Deng. Polisi menduga pengemudi dalam pengaruh alkohol, namun penyebab utama kematian disebutkan karena gagal keluar dari mobil akibat pintu yang tidak bisa dibuka secara manual.

Kejadian ini menimbulkan kritik terhadap Xiaomi dan produsen mobil listrik lain yang menggunakan teknologi serupa. Meskipun perusahaan tidak secara langsung bertanggung jawab atas kecelakaan, publik menyoroti minimnya sistem cadangan manual pada pintu mobil listrik.

Perlu dicatat, gagang pintu rata mulai populer pada mobil modern, terutama kendaraan listrik, sejak Tesla memperkenalkannya pada Model S pada 2012 karena alasan estetika. Industri otomotif kemudian mengikuti tren tersebut, sebagian karena efisiensi energi dan potensi penghematan biaya.

Namun, regulator mulai memperhatikan risiko keselamatan dari desain ini. Meski sistem pengaman manual tersedia di dalam mobil, akses dan penggunaannya tetap sulit saat keadaan darurat.(des*)