Resmi Diumumkan, Ferrari Elettrica Jadi Awal Era Baru Supercar Listrik Italia

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta – Pabrikan mobil mewah asal Italia, Ferrari, tengah bersiap meluncurkan mobil listrik (EV) pertamanya yang dijadwalkan meluncur pada Oktober 2025. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Benedetto Vigna dalam laporan keuangan perusahaan sebelumnya. Mobil tersebut, yang sementara dikenal dengan nama “Elettrica,” diklaim akan menghadirkan inovasi teknologi yang mampu mendefinisikan ulang standar kendaraan listrik di kelas premium.

Desain dan Konsep yang Lebih Fungsional

Berbeda dari ekspektasi banyak orang yang membayangkan supercar rendah dua penumpang, Ferrari Elettrica justru akan hadir dalam format grand tourer empat tempat duduk. Konsepnya disebut-sebut terinspirasi dari model GTC4Lusso dan Purosangue, yang menggabungkan performa tinggi dengan kepraktisan untuk penggunaan harian.

Performa Dahsyat dari Empat Motor Listrik

Ferrari mengembangkan empat motor listrik yang seluruhnya dirancang dan dirakit di pabrik Maranello. Dalam mode “Boost,” tenaga gabungan dari keempat motor tersebut dapat mencapai hampir 1.000 hp, yang mampu mendorong mobil melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam 2,5 detik.

Dua motor belakang menghasilkan tenaga sekitar 416 hp dengan putaran hingga 25.000 RPM, sementara dua motor depan yang lebih kecil (141 hp) dapat dilepas saat mobil melaju untuk efisiensi daya. Kecepatan maksimum Elettrica diperkirakan mencapai 309 km/jam.

Teknologi Baterai dan Distribusi Bobot Canggih

Ferrari juga mengembangkan sistem baterai berkapasitas 122 kWh yang dirakit di fasilitas yang sama. Baterai ini menjadi bagian struktural dari sasis mobil, dengan sebagian besar modulnya ditempatkan di belakang pengemudi dan di bawah kursi belakang.
Distribusi bobot yang dihasilkan cukup ideal — 47% di depan dan 53% di belakang — memberikan stabilitas tinggi di kecepatan ekstrem.

Dengan arsitektur 800 volt, Elettrica mendukung pengisian cepat hingga 350 kW, dan diklaim memiliki jangkauan sekitar 530 km dalam pengujian WLTP Eropa. Selain itu, desain baterai modular memungkinkan penggantian di masa depan agar mobil tetap relevan dan layak jalan selama puluhan tahun.

Sistem Suspensi dan Pengendalian Berbasis AI

Salah satu tantangan utama mobil listrik berperforma tinggi adalah bobotnya, dan Elettrica diperkirakan memiliki berat sekitar 2.300 kg. Untuk menjaga kelincahan, Ferrari menerapkan sistem suspensi aktif 48 volt yang mengatur pergerakan bodi secara real time, menghadirkan kombinasi antara kenyamanan dan presisi kendali.

Mobil ini juga dilengkapi kemudi roda belakang independen, yang memungkinkan komputer mobil mengatur sudut roda untuk manuver lebih lincah. Dengan jarak sumbu roda 2.960 mm, mobil ini tetap mempertahankan karakter responsif khas Ferrari.

Suara Asli dari Mesin Listrik

Ferrari menolak membuat suara buatan seperti banyak produsen lain. Sebagai gantinya, mereka memasang sensor akselerometer di gardan belakang untuk menangkap suara alami dari drivetrain listrik, lalu memperkuatnya ke dalam kabin — mirip dengan cara kerja gitar listrik yang memperbesar suara senarnya.

Untuk menghadirkan pengalaman berkendara khas Ferrari, sistem “Torque Shift Engagement” memungkinkan pengemudi memilih lima mode tenaga dan torsi berbeda menggunakan paddle shift di setir. Fitur downshift juga memberikan sensasi deselerasi menyerupai perpindahan gigi manual, meniru karakter mobil konvensional.

Desain dan Harga Masih Dirahasiakan

Meski banyak detail teknis telah dibuka, Ferrari belum menampilkan desain akhir Elettrica. Proyek ini disebut melibatkan LoveFrom, perusahaan desain milik Jony Ive, mantan kepala desain Apple.
Soal harga, belum ada angka pasti, tetapi model ini diperkirakan menjadi salah satu mobil termahal yang pernah diproduksi Ferrari.

Debut globalnya direncanakan pada 2026, dan peluncuran di pasar diproyeksikan terjadi pada paruh pertama tahun tersebut.
Dengan kombinasi performa ekstrem, desain futuristik, dan inovasi elektrifikasi, Ferrari Elettrica tampaknya akan menjadi tonggak sejarah baru bagi pabrikan berlogo kuda jingkrak itu — bukti bahwa tradisi dan teknologi modern bisa berpadu tanpa kehilangan jiwa sportscar sejati.(BY)