Sport  

Ole Romeny Terancam Absen, Dua Striker Keturunan Jadi Opsi

Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny berpotensi absen di FIFA Matchday November 2026.
Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny berpotensi absen di FIFA Matchday November 2026.

Fativa.id – Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, mengabarkan bahwa cedera pergelangan kaki yang dialaminya ternyata lebih serius daripada perkiraan awal. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram Stories miliknya pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, waktu Indonesia Barat.

Dalam unggahannya, pemain yang memperkuat Fortuna Sittard itu menyampaikan kekecewaan atas kondisi yang sedang dihadapinya. Meski demikian, ia bertekad menjalani proses pemulihan agar bisa kembali bermain secepat mungkin.

“Sayangnya, cedera pergelangan kaki saya lebih parah dari yang terlihat awalnya. Saya akan melakukan apa saja untuk kembali secepat mungkin. Selalu tegakkan kepala,” tulis Ole melalui akun Instagram @oleromeny.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi Timnas Indonesia, mengingat Ole merupakan salah satu pilihan di sektor serangan. Jika ia harus menepi dalam waktu lama, pelatih John Herdman perlu mempertimbangkan alternatif untuk menjaga kekuatan lini depan skuad Garuda.

1. Cedera Berlanjut Setelah Membela Timnas Indonesia

Masalah pada pergelangan kaki Ole Romeny sebenarnya sudah muncul ketika ia memperkuat Indonesia dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Kendati mengalami gangguan fisik, ia tetap berjuang membantu tim nasional meraih gelar juara turnamen tersebut.

Usai menyelesaikan tugas bersama skuad Garuda, Ole kembali bergabung dengan Fortuna Sittard. Namun, ia tidak tampil dalam dua pertandingan yang berakhir imbang, yakni ketika timnya bermain 1-1 melawan FC Twente dan ditahan NEC Nijmegen dengan skor 2-2.

Ole akhirnya kembali mendapatkan kesempatan bermain pada akhir pekan lalu saat Fortuna Sittard menghadapi Excelsior Rotterdam. Sayangnya, penampilannya tidak berlangsung lama karena masalah pada engkelnya kembali kambuh.

Baca Juga  Indonesia Laga Panahan di Olimpiade Paris, Putaran Peringkat Putri dan Putra

Pemain berusia 26 tahun itu harus meninggalkan lapangan ketika pertandingan memasuki jeda babak pertama. Situasi tersebut menambah kekhawatiran mengenai tingkat keparahan cedera yang dialaminya.

Pernyataan terbaru Ole melalui media sosial semakin memperkuat indikasi bahwa proses pemulihannya mungkin membutuhkan perhatian lebih serius. Meski begitu, belum ada kepastian mengenai berapa lama ia akan absen dari lapangan hijau.

2. Timnas Indonesia Perlu Menyiapkan Alternatif Penyerang

Apabila Ole Romeny belum bisa kembali memperkuat tim nasional, pilihan untuk posisi penyerang tengah berpotensi semakin terbatas. Mitchell Baker menjadi salah satu pemain yang dapat mengisi peran tersebut dalam skuad Indonesia saat ini.

Namun, mengandalkan satu penyerang muda secara terus-menerus tentu bukan pilihan ideal bagi John Herdman. Mitchell yang baru berusia 19 tahun masih membutuhkan pengalaman dan persaingan untuk meningkatkan kualitas permainannya.

Kehadiran pemain lain di posisi yang sama dapat memberikan lebih banyak pilihan taktik kepada pelatih. Selain itu, kedalaman skuad yang memadai akan membantu Indonesia menghadapi jadwal pertandingan yang padat serta mengantisipasi risiko cedera pemain.

Dalam konteks tersebut, pemain keturunan yang berpeluang memperoleh kewarganegaraan Indonesia bisa menjadi salah satu opsi untuk dipertimbangkan. Berdasarkan penelusuran Okezone, terdapat dua nama yang disebut berpotensi masuk dalam pembahasan, yakni Markus Pall Ellertsson dan Siegert Baartmans.

3. Markus Pall Ellertsson dan Siegert Baartmans Jadi Opsi

Markus Pall Ellertsson menjadi salah satu nama yang menarik perhatian berkat penampilannya di kompetisi sepak bola Islandia. Pada musim 2026, pemain berusia 20 tahun tersebut dikabarkan finis sebagai runner-up daftar pencetak gol terbanyak liga sekaligus memperoleh penghargaan pemain muda terbaik.

Baca Juga  Justin Hubner Absen Karena Cedera, Fokus Pemulihan Untuk Laga Kualifikasi November

Catatan itu membuat Markus berpotensi menjadi opsi untuk memperkuat lini serang Indonesia apabila memenuhi persyaratan yang diperlukan. Dengan usianya yang masih muda, ia juga berpeluang dikembangkan sebagai bagian dari proyek jangka panjang Timnas Indonesia.

Selain Markus, terdapat Siegert Baartmans yang saat ini bermain untuk FC Eindhoven di kompetisi kasta kedua Belanda. Penyerang berusia 20 tahun tersebut mencatatkan empat gol dan satu assist dari 14 penampilan di seluruh kompetisi.

Statistik tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi potensinya. Namun, performa klub bukan satu-satunya faktor penentu karena kualitas permainan, kebutuhan taktik, status kewarganegaraan, serta kelayakan berdasarkan regulasi FIFA juga perlu diperiksa.

Kedua pemain tersebut bisa menjadi bahan pemantauan lebih lanjut bagi tim pelatih dan federasi. Meski demikian, peluang naturalisasi mereka belum dapat dianggap sebagai keputusan resmi sebelum ada proses dan pernyataan dari pihak terkait.

Cedera Ole Romeny kini menjadi pengingat pentingnya memiliki banyak pilihan berkualitas di lini depan. John Herdman perlu menyiapkan skenario alternatif agar kekuatan serangan Timnas Indonesia tetap terjaga, baik melalui pemain yang sudah tersedia maupun talenta lain yang berpeluang memperkuat skuad Garuda.(YU)