BRI Perkuat Kompetensi Talenta Muda Lewat Program Magang

Menaker apresiasi program Magang Nasional di BRI.
Menaker apresiasi program Magang Nasional di BRI.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus berperan dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia agar lebih siap menghadapi dunia kerja. Salah satu langkah yang dilakukan perseroan adalah mendukung Program Magang Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Melalui program ini, para lulusan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan pendidikan mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung, mengasah keterampilan, serta memahami penerapan ilmu akademik dalam aktivitas profesional.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, saat menerima kunjungan Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (23/10/2026). Dalam kunjungan itu, Yassierli melihat pelaksanaan kegiatan magang, berdiskusi dengan peserta dan mentor, serta bertemu dengan sejumlah alumni yang kini telah bekerja di BRI.

Hery menjelaskan bahwa peserta magang memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan. Mereka juga mendapatkan pendampingan dari mentor agar dapat memahami tanggung jawab pekerjaan sekaligus mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan di lingkungan profesional.

Menurutnya, pengalaman selama mengikuti program diharapkan menjadi modal penting bagi peserta untuk membangun karier di masa mendatang, baik di BRI maupun di perusahaan lain.

“Program magang ini kami arahkan agar peserta mendapatkan pengalaman nyata, bukan hanya mengamati aktivitas kerja. Mereka berkesempatan belajar langsung dari mentor dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam lingkungan kerja. Dengan demikian, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk meniti karier ke depannya,” ujar Hery.

Ribuan peserta telah mengikuti program magang BRI

Pada 2026, BRI kembali terlibat dalam Program Magang Nasional untuk tahun kedua. Sejak keikutsertaan pertamanya pada 2025, perseroan telah memberikan kesempatan magang kepada total 1.354 peserta.

Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, sebanyak 571 orang mengikuti program dalam tiga gelombang. Sementara itu, pada 2026, jumlah peserta yang masih aktif menjalani program di BRI mencapai 783 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 436 peserta ditempatkan di 65 grup kerja Kantor Pusat BRI. Mereka menjalani kegiatan pembelajaran di berbagai bidang, seperti teknologi informasi, manajemen risiko, pengelolaan kekayaan atau wealth management, hingga bisnis ultramikro.

Adapun 347 peserta lainnya menjalani magang di 17 kantor regional BRI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Medan hingga Jayapura.

Baca Juga  Ajang BRI Youth Champions League di Padang Dorong Lahirnya Pesepak Bola Berbakat

Hery menyebut penempatan peserta di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas jangkauan program. Dengan demikian, peluang memperoleh pengalaman kerja tidak hanya tersedia bagi lulusan yang berada di Jakarta atau kota-kota besar, tetapi juga bagi generasi muda di daerah.

Kurikulum magang dirancang secara terstruktur

Untuk mendukung efektivitas kegiatan pembelajaran, BRI menerapkan kurikulum BRILiaN Internship Assistant Program. Program ini dirancang untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan teknis sekaligus kemampuan pendukung yang diperlukan dalam dunia kerja.

Materi pembelajaran mencakup pengolahan dan analisis data, administrasi operasional, komunikasi, pemahaman mengenai industri perbankan, serta penyusunan laporan. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan sesuai bidang keilmuan masing-masing melalui penugasan di unit kerja.

Pendampingan mentor menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Melalui arahan dan praktik langsung, peserta diharapkan mampu memahami proses kerja, menyelesaikan tugas, serta meningkatkan kompetensi secara bertahap selama masa magang.

Manfaat program juga terlihat dari hasil pelaksanaan pada tahun pertama. Dari 571 peserta yang mengikuti program pada 2025, sebanyak 133 orang telah direkrut dan kini bekerja di lingkungan BRI.

Meski demikian, Hery menegaskan bahwa perekrutan alumni bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan program. Ia menilai manfaat utama magang terletak pada peningkatan keterampilan, pengalaman, kedisiplinan, dan rasa percaya diri peserta saat menghadapi persaingan di dunia profesional.

BRI, lanjutnya, ingin memastikan setiap peserta memperoleh nilai tambah dari pengalaman yang dijalani, terlepas dari pilihan tempat kerja maupun jalur karier yang akan ditempuh setelah program berakhir.

Menaker apresiasi pendampingan peserta magang

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional di BRI. Ia menilai sistem pembelajaran yang diterapkan perusahaan telah disusun secara terarah dengan melibatkan mentor selama enam bulan masa program.

Menurut Yassierli, pendampingan tidak hanya berfokus pada pemberian tugas kepada peserta. Mentor juga membantu menentukan kompetensi yang perlu dikuasai, pengalaman praktik yang harus diperoleh, serta proyek yang dapat dikerjakan selama periode magang.

Perencanaan tersebut diharapkan membuat proses pembelajaran lebih terukur sehingga peserta memiliki bekal keterampilan yang memadai ketika menyelesaikan program. Pengalaman dan kompetensi yang diperoleh juga diharapkan dapat mendukung kesiapan peserta dalam mengikuti sertifikasi profesi pada akhir masa magang.

Baca Juga  Panen Raya di Agam, DPR Nilai Program SPM Layak Diadopsi Secara Nasional

Yassierli menilai pendekatan pembelajaran yang terstruktur dapat membantu peserta memahami kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan pekerjaan secara profesional.

Ia berharap pelaksanaan program selama enam bulan mampu menghasilkan lulusan magang yang lebih siap memasuki pasar kerja, dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tuntutan dan tanggung jawab di lingkungan perusahaan.

Pemerintah targetkan 150 ribu peserta pada 2026

Program Magang Nasional merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memperluas akses pengalaman kerja bagi lulusan perguruan tinggi. Selain memberikan kesempatan belajar langsung di industri, program ini ditujukan untuk membantu peserta meningkatkan keterampilan dan menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha.

Pada 2026, pemerintah menetapkan target sebanyak 150 ribu peserta untuk memperoleh kesempatan magang selama enam bulan. Melalui program tersebut, para peserta diharapkan dapat membangun pengalaman profesional sekaligus meningkatkan kesiapan dalam memasuki dunia kerja.

Partisipasi BRI dalam program ini sejalan dengan upaya perusahaan mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Dengan jaringan operasional yang menjangkau berbagai daerah serta perannya dalam melayani jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI memandang penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hery menegaskan, keterlibatan BRI dalam Program Magang Nasional merupakan bentuk kontribusi perusahaan untuk membantu menyiapkan talenta muda yang kompeten, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja.

Melalui kesempatan belajar, pendampingan, dan praktik langsung di lingkungan perusahaan, BRI berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki keterampilan relevan serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.(BY)