Jakarta – BYD menyiapkan generasi terbaru Atto 1 dengan perubahan yang cukup signifikan. Mobil listrik mungil yang dikenal dengan nama BYD Seagull di pasar global tersebut kini meninggalkan sistem penggerak roda depan dan beralih menggunakan penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD).
Perubahan tersebut bukan satu-satunya pembaruan yang dibawa generasi kedua. BYD juga melakukan sejumlah revisi pada sektor performa, kaki-kaki, desain eksterior, hingga tata letak komponen kendaraan.
Generasi Baru BYD Atto 1
Generasi kedua BYD Atto 1 telah diperkenalkan di China. Sebelum peluncuran, informasi mengenai mobil tersebut lebih dulu muncul melalui dokumen regulasi yang diajukan BYD kepada Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT).
Media otomotif China, Autohome, sebelumnya juga memperoleh gambaran mengenai rancangan eksterior kendaraan tersebut. Dari informasi yang beredar, Atto 1 generasi terbaru mengalami perubahan cukup besar dibandingkan model sebelumnya.
Bagian interior turut mendapatkan perhatian. Sketsa kabin yang beredar memperlihatkan mobil dengan kapasitas lima penumpang tersebut tidak lagi menggunakan panel instrumen konvensional.
Sementara itu, foto-foto terbaru kendaraan yang digunakan dalam sesi pemotretan promosi memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perubahan pada bagian sasis, sistem penggerak, serta perangkat kabin.
Car News China juga melaporkan kemunculan sejumlah foto pengujian kendaraan. Dari gambar tersebut muncul dugaan bahwa varian tertinggi Atto 1 generasi kedua dapat dibekali teknologi baterai Blade Battery generasi kedua serta sistem pengisian cepat Flash Charging milik BYD.
Motor Lebih Bertenaga dan RWD
Salah satu perubahan paling penting terletak pada sistem penggeraknya.
Atto 1 generasi pertama menggunakan motor listrik berdaya 55 kW yang ditempatkan di bagian depan untuk menggerakkan roda depan. Pada model generasi kedua, motor tersebut dipindahkan ke bagian belakang sehingga konfigurasi kendaraan berubah menjadi RWD.
Berdasarkan data regulasi MIIT, motor yang digunakan memiliki kode TZ164XYB. Komponen tersebut diproduksi Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd. dan menghasilkan tenaga 95 kW atau sekitar 127 hp.
Peningkatan tenaga tersebut berdampak pada kemampuan kendaraan. Kecepatan maksimum BYD Seagull generasi baru dilaporkan mencapai 150 km/jam.
Tidak hanya sistem penggerak, sektor suspensi juga mendapatkan pembaruan. Suspensi belakang model torsion beam pada generasi sebelumnya kini digantikan dengan konstruksi independen multi-link.
Ukuran roda pun dibuat lebih besar. Mobil menggunakan ban 205/60 R16 yang dipadukan dengan pelek alloy 16 inci berdesain dual four-spoke. Ukuran tersebut lebih besar dibandingkan pilihan ban 165 mm dan 175 mm pada model lama.
Punya Bagasi di Bagian Depan
Penempatan motor listrik di bagian belakang memberikan keuntungan lain. Ruang di area depan kendaraan kini dapat dimanfaatkan sebagai kompartemen penyimpanan tambahan atau frunk.
Kehadiran bagasi depan menjadi fitur yang cukup menarik karena masih relatif jarang ditemui pada mobil listrik berukuran kecil di China, khususnya kendaraan dengan banderol di bawah USD14.895.
Dari sisi eksterior, BYD juga melakukan penyegaran. Gagang pintu semi-tersembunyi dengan mekanisme mekanis kini digunakan untuk menggantikan model flush pop-out pada generasi sebelumnya.
Area buritan menampilkan desain lampu belakang yang terpisah dan ditempatkan di bawah spoiler atap berukuran besar. Bagian bawah kendaraan juga dilengkapi diffuser yang menyatu dengan desain bodi.
Fitur teknologi berkendara turut menjadi perhatian. Unit pengujian yang tertangkap kamera di China terlihat membawa perangkat LiDAR opsional pada bagian atap. Perangkat tersebut disebut berkaitan dengan sistem bantuan pengemudi Level 2 BYD melalui paket DiPilot 300 atau God’s Eye B.
Persaingan EV Mungil Makin Ketat
Kehadiran Atto 1 generasi kedua akan menambah sengit persaingan pasar mobil listrik berukuran kecil di China.
Sebagai gambaran, pada Agustus 2026 penjualan ritel domestik Atto 1 generasi sebelumnya tercatat sebanyak 10.103 unit.
Pada periode yang sama, Geely Xingyuan mencatat performa lebih tinggi dengan penjualan ritel mencapai 39.651 unit dan penjualan wholesale sebanyak 60.955 unit berdasarkan data China EV DataTracker.
Dengan perubahan sistem penggerak, peningkatan tenaga, revisi suspensi, serta tambahan frunk, generasi terbaru BYD Atto 1 diproyeksikan menjadi salah satu model yang menarik perhatian di pasar EV mungil China.(BY)












