Solok — Kawasan Taruko di Nagari Sirukam, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tengah dipersiapkan sebagai salah satu destinasi wisata agro yang menawarkan pengalaman menikmati durian langsung dari kebun.
Pengunjung nantinya tidak hanya datang untuk membeli buah. Mereka dapat menyusuri area perkebunan, mencicipi durian dari hasil kebun, sekaligus menikmati suasana pedesaan yang masih asri dan jauh dari kepadatan perkotaan.
Perkebunan Durian Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata
Kawasan yang berada di sekitar Kantor Camat Payung Sekaki tersebut memiliki luas sekitar 16 hektare. Di dalamnya terdapat sekitar 250 pohon durian yang sebagian sudah mulai menghasilkan buah.
Sejumlah varietas durian menjadi daya tarik kebun ini, di antaranya Musang King, Bawor, Duri Hitam atau Black Thorn, serta Super Tembaga.
Pengelola juga tengah mengembangkan kawasan tersebut dengan konsep wisata agro. Selain perkebunan, nantinya akan tersedia fasilitas tempat bersantai hingga penginapan sehingga wisatawan bisa menikmati suasana kebun lebih lama.
Ide pengembangan kebun tersebut tidak terlepas dari pengalaman pemiliknya, Jamaludin. Saat menjalankan usaha di Solo, ia sempat mengalami kesulitan memperoleh durian. Kondisi itu kemudian mendorongnya membangun perkebunan durian di daerah asalnya.
Menikmati Suasana Nagari Sirukam
Nagari Sirukam sendiri telah ditetapkan sebagai desa wisata. Wilayahnya memiliki karakter perbukitan dengan ketinggian sekitar 600 hingga 1.400 meter di atas permukaan laut.
Kehidupan masyarakat setempat juga masih banyak bergantung pada sektor pertanian. Kondisi tersebut menjadi bagian dari daya tarik wisata karena pengunjung dapat merasakan atmosfer pedesaan sekaligus menikmati panorama alam.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, waktu pagi dapat menjadi pilihan karena suasananya relatif lebih nyaman. Pakaian yang ringan serta alas kaki yang sesuai untuk berjalan di area perkebunan juga disarankan.
Karena kawasan Taruko masih dalam proses pengembangan, calon pengunjung sebaiknya memastikan terlebih dahulu jadwal kunjungan dan kondisi musim panen kepada pengelola.
Rencana Perjalanan dari Padang
Perjalanan dari Padang menuju Sirukam dapat ditempuh sekitar 2,5 jam menggunakan kendaraan darat.
Rute perjalanan dapat dimulai pada pagi hari dari Padang. Setibanya di Sirukam, wisatawan bisa mengeksplorasi kawasan kebun dan mencicipi durian apabila sedang memasuki musim panen.
Menjelang sore, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menikmati pemandangan Nagari Sirukam sebelum kembali ke Padang atau meneruskan perjalanan ke destinasi lain di Kabupaten Solok.
Untuk kendaraan pribadi, biaya bahan bakar dan tol diperkirakan sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000 per orang, tergantung jenis kendaraan serta jumlah penumpang. Sementara harga durian dan biaya kunjungan ke kawasan Taruko perlu ditanyakan langsung kepada pengelola.
Dengan perpaduan perkebunan durian, panorama perbukitan, dan suasana kehidupan nagari, Taruko menawarkan alternatif wisata yang menggabungkan aktivitas mencicipi buah dengan pengalaman menikmati suasana pedesaan Solok.(des*)












