Jakarta – Sebuah truk trailer yang membawa sekitar 20 ton kapas mengalami kecelakaan di Desa Penggung, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026) siang. Kendaraan tersebut terperosok ke jurang sedalam sekitar 15 meter setelah sebelumnya menabrak pembatas jalan.
Kecelakaan itu menyebabkan sopir truk meninggal dunia. Korban ditemukan dalam kondisi terjepit di kabin yang mengalami kerusakan parah akibat benturan.
Truk dengan nomor polisi H 8626 OH tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Semarang menuju Solo. Saat melintasi ruas jalan yang menurun dan menikung, kendaraan mendadak kehilangan kendali dan bergerak ke arah kanan.
Truk kemudian menghantam guardrail sebelum akhirnya keluar dari badan jalan dan jatuh ke dasar jurang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali, Iptu Bambang Nova, mengatakan polisi sementara menduga sopir mengalami microsleep. Dugaan tersebut muncul karena tidak ditemukan tanda-tanda pengereman di lokasi kecelakaan.
“Dugaan sementara sopir mengalami microsleep karena kendaraan tidak melakukan pengereman. Tidak ditemukan bekas jejak rem dan truk langsung oleng hingga masuk jurang,” kata Bambang di lokasi.
Kondisi truk yang berada di dasar jurang membuat proses evakuasi berlangsung cukup sulit. Bagian kabin terhimpit badan trailer, sementara muatan kapas turut menimpa area kabin tempat korban berada.
Petugas gabungan menggunakan sejumlah peralatan serta kendaraan derek untuk memindahkan badan trailer. Setelah bekerja selama lebih dari dua jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam kabin.
Keluarga korban yang tiba di lokasi tampak terpukul setelah mengetahui sopir meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian, polisi memastikan tidak menemukan bekas pengereman di sekitar lokasi. Meski dugaan microsleep menjadi salah satu kemungkinan penyebab, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan faktor yang memicu kecelakaan tersebut.
Proses evakuasi juga berdampak terhadap arus kendaraan. Lalu lintas dari Solo menuju Semarang dan arah sebaliknya sempat mengalami antrean panjang hingga lebih dari dua kilometer.(des*)












