Kecewa Suami Selingkuh, Istri Bongkar Rumah

Istri di Ponorogo menghancurkan rumah dan toko dengan alat berat
Istri di Ponorogo menghancurkan rumah dan toko dengan alat berat

Jakarta – Perselisihan rumah tangga membuat seorang perempuan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengambil keputusan drastis. Nurjanah menghancurkan rumah sekaligus toko yang selama ini menjadi tempat tinggal dan sumber usaha bersama suaminya, Adi Nugroho.

Bangunan yang berada di Desa Watubonar, Kecamatan Badegan, itu dibongkar menggunakan alat berat hingga tidak tersisa. Aksi tersebut kemudian terekam kamera dan beredar luas di media sosial.

Pembongkaran berlangsung pada Jumat (7/8/2026) dan berlanjut hingga Sabtu (8/8/2026). Tindakan itu dilakukan setelah proses mediasi yang melibatkan pasangan tersebut tidak berhasil mencapai kesepakatan.

Rumah yang ditempati Adi dan Nurjanah berdiri di atas tanah milik keluarga Adi. Sementara itu, bagian toko dibangun dan dilengkapi oleh Nurjanah sebagai tempat menjalankan usaha perdagangan.

Baca Juga  Jambi dan Jawa Tengah Mulai Pemutihan Pajak Kendaraan

Selama sekitar empat tahun menikah, keduanya diketahui menjalankan bisnis jual beli dari toko tersebut. Usaha itu sempat berjalan dengan baik sebelum hubungan rumah tangga mereka mengalami persoalan.

Permasalahan muncul setelah Adi Nugroho diduga memiliki hubungan dengan perempuan lain. Merasa kecewa dengan kondisi rumah tangganya, Nurjanah kemudian memilih menempuh jalur perceraian.

Selain mengajukan gugatan cerai, Nurjanah juga memutuskan membongkar toko yang selama ini digunakannya untuk berusaha bersama sang suami.

Sebelum pembongkaran dilakukan, perangkat desa dan sejumlah pihak terkait telah berusaha mempertemukan keduanya untuk mencari solusi. Namun, mediasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan sehingga bangunan akhirnya tetap dihancurkan.

Baca Juga  Sistem Baru Ekspor RI Dimulai, DSI Siap Kendalikan Komoditas Utama

Usai toko dibongkar, barang-barang dagangan milik Nurjanah dipindahkan ke rumah orang tuanya untuk diamankan.

Saat ini, Adi dan Nurjanah masih menunggu proses perceraian. Keduanya juga sudah tidak tinggal serumah dan memilih menetap di rumah orang tua masing-masing yang masih berada di desa tersebut.(des*)