Jakarta – Honda memutuskan memperpanjang kerja sama usaha patungannya dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) selama satu dekade ke depan meski penjualan merek asal Jepang itu di pasar otomotif China mengalami penurunan tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Kesepakatan baru tersebut membuat kolaborasi yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 2028 kini akan terus berlangsung hingga 2038. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Honda untuk tetap mempertahankan eksistensinya di pasar otomotif terbesar di dunia.
Mengutip Carscoops, Sabtu (25/7/2026), Honda dan GAC telah menjalin kemitraan sejak 1999. Selama lebih dari dua dekade bekerja sama, keduanya telah memproduksi dan memasarkan lebih dari 11 juta kendaraan di China.
Namun, performa penjualan Honda belakangan terus melemah. Pada 2020, perusahaan berhasil membukukan penjualan sekitar 1,62 juta unit kendaraan melalui dua perusahaan patungan, yakni GAC Honda dan Dongfeng Honda. Angka tersebut merosot drastis pada tahun lalu menjadi sekitar 640 ribu unit atau turun hampir 60 persen.
Dari total penjualan tersebut, sekitar 340 ribu unit berasal dari GAC Honda, sedangkan sisanya disumbang oleh Dongfeng Honda.
Juru bicara Honda menjelaskan bahwa keputusan memperpanjang kemitraan dilakukan setelah mempertimbangkan perubahan yang berlangsung sangat cepat di industri otomotif China. Menurutnya, perusahaan membutuhkan kepastian jangka panjang untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan dinamika pasar yang terus berkembang.
Meski demikian, perpanjangan kerja sama itu belum tentu menjadi jaminan bagi Honda untuk kembali meraih kesuksesan. Persaingan di pasar China semakin ketat karena konsumen kini lebih banyak memilih merek lokal yang menawarkan teknologi modern dengan harga yang lebih kompetitif.
Produsen otomotif asal China juga semakin mampu menghadirkan kendaraan berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan merek-merek global, sehingga menjadi tantangan besar bagi pabrikan asing, termasuk Honda.
Untuk meningkatkan daya saingnya, Honda dinilai perlu menghadirkan produk dengan harga yang menarik sekaligus dibekali teknologi terbaru. Sebagai bagian dari upaya tersebut, perusahaan meluncurkan lini kendaraan listrik Ye di China pada 2024.
Model Ye P7 diproduksi melalui kerja sama dengan GAC, sementara Ye S7 dikembangkan bersama Dongfeng. Kedua mobil listrik itu dirancang khusus untuk pasar China dan memiliki karakter yang berbeda dibandingkan model Honda yang dipasarkan di Amerika maupun Eropa.
Meski menawarkan konsep baru, respons pasar terhadap kedua model listrik tersebut belum sesuai harapan. Rendahnya minat konsumen menjadi pekerjaan rumah bagi Honda untuk menghadirkan produk berikutnya yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera pembeli di China.(BY)












