Jakarta – Perusahaan kecerdasan buatan asal China, StepFun, memperkenalkan StepX Neo, sebuah smartphone yang diklaim sebagai ponsel agentik pertama di dunia yang diproduksi secara massal. Perangkat ini dirancang dengan agen AI bawaan yang mampu menyelesaikan berbagai tugas secara otomatis hanya melalui satu perintah dari pengguna.
Dikutip dari Gizmochina, kemampuan utama StepX Neo berasal dari asisten AI bernama Step Amoo yang terintegrasi langsung ke dalam sistem operasi Step AOS. Berbeda dengan asisten virtual pada umumnya, Amoo dapat menjalankan sejumlah fungsi tanpa harus membuka aplikasi satu per satu. Bahkan, berbagai tugas inti tetap dapat dijalankan meski perangkat tidak terhubung ke internet.
Dengan pendekatan berbasis agen AI, pengguna cukup menyampaikan kebutuhan menggunakan bahasa sehari-hari. Selanjutnya, sistem akan menggabungkan berbagai layanan dan aplikasi untuk menyelesaikan permintaan tersebut secara otomatis hingga tuntas.
Seiring penggunaan, AI juga akan mempelajari kebiasaan pemilik perangkat. Misalnya, apabila pengguna sering memilih maskapai yang mengizinkan hewan peliharaan atau memiliki restoran favorit, sistem akan menjadikan preferensi tersebut sebagai pilihan utama ketika diminta melakukan pemesanan.
Fitur lain yang menjadi unggulan adalah kemampuan penerjemahan dalam 32 bahasa, termasuk sejumlah dialek regional. Teknologi ini memungkinkan pengguna menerjemahkan percakapan langsung, pesan singkat, panggilan telepon, hingga tulisan pada rambu jalan, menu restoran, maupun papan informasi di tempat wisata.
Saat berada di luar negeri, StepX Neo juga dapat menampilkan jadwal transportasi umum, mencari acara di sekitar lokasi, hingga membuka rencana perjalanan yang telah disimpan meski berada di area tanpa jaringan seluler. Selain itu, perangkat ini diklaim mampu membantu mengisi dokumen bea cukai, memberikan informasi persyaratan visa, serta mengingatkan jadwal check-in penerbangan secara otomatis.
Untuk mendukung seluruh kemampuan tersebut, StepFun mengembangkan Step AOS sebagai sistem operasi khusus yang dibangun menggunakan mesin kemampuan atomik. Teknologi ini membagi fungsi perangkat ke dalam empat kategori utama, yaitu komunikasi, aplikasi, berkas, dan alat sistem. Dengan cara tersebut, agen AI dapat mengombinasikan berbagai fungsi untuk menyelesaikan tugas yang kompleks.
Step AOS juga dibekali antarmuka berbasis suara dan visual bernama NUI. Sistem ini dirancang agar semakin memahami pola penggunaan perangkat sehingga pengguna cukup menyampaikan apa yang ingin dilakukan tanpa harus mengoperasikan setiap aplikasi secara manual.
Agar AI dapat bekerja secara aman dan andal, StepFun melengkapinya dengan tiga fondasi utama, yakni sistem memori, mekanisme pengambilan keputusan, serta perlindungan keamanan. Sistem memori memisahkan data pengguna dengan data agen AI, sementara proses pengambilan keputusan akan menyesuaikan model AI berdasarkan tingkat kerumitan tugas. Di sisi keamanan, perusahaan mengandalkan izin akses sementara, pencatatan aktivitas secara menyeluruh, serta fitur pembatalan instan apabila terjadi kesalahan.
Seluruh proses komputasi di perangkat ditenagai oleh Step Edge, model AI yang dikembangkan khusus untuk berjalan di smartphone. StepFun mengklaim model tersebut memiliki performa lebih baik dibandingkan sejumlah model AI edge lain pada 29 pengujian, meski perusahaan belum mengungkap rincian benchmark yang digunakan.
Sebagai pelengkap, StepX Neo telah mendukung integrasi dengan berbagai layanan digital populer di China, seperti Ctrip, Alipay, Didi, Meituan, WPS, dan CapCut. Integrasi ini memungkinkan AI menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari memesan perjalanan, melakukan pembayaran, menggunakan layanan transportasi, mengelola pekerjaan, hingga mengedit konten secara otomatis.
Hingga saat ini, StepFun belum mengumumkan jadwal peluncuran komersial maupun harga resmi StepX Neo. Namun, kehadiran perangkat ini dinilai menjadi langkah baru dalam pengembangan smartphone berbasis agen AI yang mampu bekerja lebih mandiri dibandingkan ponsel pintar konvensional.(BY)












