Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pembangunan jaringan jalan tol di berbagai wilayah Indonesia. Hingga penghujung tahun 2026, panjang jalan tol nasional diproyeksikan kembali bertambah dengan selesainya 10 ruas tol baru yang ditargetkan dapat digunakan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik selama libur Natal 2026 serta Tahun Baru 2027 (Nataru).
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan seluruh ruas tersebut dapat difungsikan sesuai kesiapan konstruksi. Selain memperlancar mobilitas masyarakat saat musim liburan, keberadaan jalan tol baru juga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan jalan tol memiliki peran penting yang tidak hanya terbatas pada penyediaan infrastruktur transportasi. Menurutnya, proyek tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional.
“Jalan tol memiliki nilai strategis karena tidak hanya memperbaiki konektivitas, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi di berbagai wilayah,” ujar Dody dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).
Di sisi lain, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Ni Komang Rasminiati, menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan pembangunan hingga saat ini, terdapat sekitar 10 ruas tol yang diproyeksikan selesai pada akhir tahun 2026.
Ia menjelaskan, apabila proses konstruksi berjalan sesuai rencana, ruas-ruas tersebut akan difungsikan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas selama periode libur Nataru.
Mengacu pada target penyelesaian pekerjaan, total panjang jalan tol yang direncanakan rampung pada 2026 mencapai sekitar 201,12 kilometer, meliputi:
Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) sepanjang 24,67 kilometer, akan dibuka dengan dua jalur dua arah untuk seluruh jenis kendaraan.
Tol Palembang–Betung Seksi 1–4 (Kramasan–Pulo Rimo) sepanjang 54,50 kilometer, dioperasikan dua jalur dua arah bagi kendaraan Golongan I, kecuali bus.
Tol Probolinggo–Banyuwangi Seksi 3 (Paiton–Besuki) sepanjang 25,60 kilometer, difungsikan untuk kendaraan Golongan I (nonbus) dengan dua jalur dua arah.
Tol Serang–Panimbang Seksi 2 (Rangkasbitung–Cileles) sepanjang 24,17 kilometer, dibuka menggunakan satu jalur satu arah melalui jalur A untuk kendaraan Golongan I.
Tol Jakarta–Cikampek II Sisi Selatan Seksi 6 (Kutanegara–Sadang) sepanjang 8,50 kilometer, akan dimanfaatkan khusus untuk arus balik menuju Jakarta bagi kendaraan Golongan I.
Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang sepanjang 19,39 kilometer, dirancang memiliki empat lajur dua arah.
Tol Semarang–Demak Seksi 1A dan 1C sepanjang 3,66 kilometer, akan difungsikan dengan dua jalur dua arah yang masing-masing memiliki dua lajur.
Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Paket 1.2B, 2.1A, dan 2.2B sepanjang 18,36 kilometer, dioperasikan satu jalur satu arah bagi kendaraan Golongan I.
Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 1 dan 6 sepanjang 15,10 kilometer, juga akan dibuka satu jalur satu arah untuk kendaraan Golongan I.
Tol Kediri–Tulungagung Segmen Akses Bandara sepanjang 7,17 kilometer, yang akan menghubungkan Kota Kediri secara langsung dengan Bandara Internasional Dhoho.
BPJT menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap setiap proyek agar seluruh target pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Ni Komang menyatakan pihaknya akan memperkuat pengawasan selama proses konstruksi sehingga seluruh ruas yang telah direncanakan dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027.(des*)












