Isu Kolaborasi Mobil AI, ByteDance Tegaskan Fokus pada Teknologi Bukan Mobil

Mobil "Tiktok" yang dirumorkan.
Mobil "Tiktok" yang dirumorkan.

JakartaByteDance, perusahaan induk TikTok, menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam rencana pengembangan maupun peluncuran mobil baru bersama Seres Group, produsen di balik merek AITO. Perusahaan juga membantah adanya agenda untuk membentuk merek kendaraan baru.

Dalam klarifikasinya, perusahaan teknologi asal Tiongkok tersebut menyampaikan sejumlah poin penting terkait isu yang beredar di industri otomotif. Berikut rangkumannya:

ByteDance tidak memiliki rencana untuk memproduksi mobil atau meluncurkan merek otomotif baru.
Nama “Saidou” bukan merupakan merek kendaraan yang dibuat oleh ByteDance maupun unit AI mereka, Doubao.
ByteDance tidak mempunyai kepemilikan saham di proyek atau entitas Saidou.
Teknologi Doubao serta Volcano Engine hanya difokuskan pada pengembangan sistem kokpit pintar dan solusi AI untuk industri otomotif, bukan produksi kendaraan.

Isu mengenai keterlibatan ByteDance muncul setelah adanya restrukturisasi pada Chongqing Landian Technology, anak usaha Seres. Dari proses tersebut lahir entitas baru bernama “Saidou Technology” yang disebut mendapatkan pendanaan sekitar 6,67 miliar yuan atau hampir 1 miliar dolar AS dari sejumlah investor, termasuk Wending Investment yang terafiliasi dengan CATL.

Baca Juga  Optimalkan Layanan Rest Area, Solusi Terbaik Mengatasi Kemacetan Mudik

Kemunculan Saidou semakin memicu spekulasi karena perusahaan tersebut dikabarkan akan memperkenalkan merek mobil baru pada 9 Juni. Dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, Saidou dan Seres menyebut proyek ini akan mengeksplorasi konsep kendaraan berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk integrasi teknologi pintar secara lebih mendalam.

Namun, dengan adanya bantahan dari ByteDance, keterlibatan mereka dalam proyek tersebut kini dipastikan tidak ada. Fokus ByteDance sendiri selama ini lebih diarahkan pada pengembangan teknologi AI untuk sistem dalam kabin kendaraan, bukan pada pembuatan mobil atau teknologi otonom secara langsung.

Seres Group sendiri merupakan perusahaan otomotif yang awalnya terkait dengan Dongfeng Motor, dan mulai dikenal luas setelah peluncuran model SF5 pada 2021 melalui kerja sama dengan Huawei dalam ekosistem Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA). Kolaborasi tersebut kemudian melahirkan merek AITO yang cukup populer di pasar kendaraan pintar.

Di sisi lain, merek Landian yang berada di bawah Seres sebelumnya berfokus pada segmen SUV kelas entry-level. Transformasi Landian menjadi Saidou disebut sebagai upaya perusahaan untuk memperbaiki kinerja bisnis sekaligus memperkuat posisi di industri kendaraan listrik.

Baca Juga  Pilihan Mobil Bekas Murah Berkualitas, Harga Mulai Rp77 Juta!

Menariknya, spekulasi keterlibatan ByteDance sempat muncul karena kemiripan nama “Saidou” yang dianggap menggabungkan elemen dari Seres dan teknologi AI Doubao milik ByteDance. Meski demikian, rumor tersebut kini telah dibantah secara resmi.

Detail lebih lanjut mengenai proyek Saidou diperkirakan akan diumumkan pada 9 Juni mendatang.(BY)