Strategi BRI Genjot Ekonomi Rakyat Melalui Penguatan Klaster Usaha

Pemberdayaan BRI melalui program Klasterku Hidupku.
Pemberdayaan BRI melalui program Klasterku Hidupku.

Jakarta – Pengembangan sektor riil terus menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan. Sektor ini dinilai mampu memberikan dampak berantai yang luas, terutama bagi perekonomian di berbagai daerah.

Sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya melalui program Klasterku Hidupku. Program ini difokuskan untuk mendukung kemandirian pangan, pemerataan kesejahteraan, serta peningkatan taraf hidup masyarakat pelaku usaha kecil.

Pendekatan klaster menjadi strategi utama dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Melalui pengelompokan pelaku usaha berdasarkan jenis usaha dan wilayah, para anggota klaster dapat saling terhubung, bertukar pengalaman, dan memperkuat kapasitas usaha secara bersama-sama dalam satu ekosistem ekonomi lokal.

Hingga Maret 2026, BRI tercatat telah membina puluhan ribu klaster usaha yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pembinaan tersebut didukung oleh ribuan kegiatan pemberdayaan, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga bantuan sarana produksi untuk mendukung aktivitas usaha.

Baca Juga  Titiek Soeharto Soroti Dampak Jembatan Polri bagi Pendidikan dan Ekonomi

Mayoritas klaster yang dibina bergerak di sektor produksi, dengan pertanian sebagai sektor dominan. Sisanya berasal dari sektor non-produksi yang juga memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat daerah.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa program Klasterku Hidupku dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil, termasuk petani, agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan naik kelas. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas lebih efektif karena tidak hanya memberikan dukungan modal, tetapi juga meningkatkan kapasitas, perilaku usaha, serta jaringan antar pelaku usaha.

Ia juga menambahkan bahwa sistem klaster membuka peluang pengembangan produk unggulan daerah yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Melalui ekosistem ini, BRI tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai penghubung antar pelaku usaha agar dapat tumbuh secara kolektif dan lebih produktif.

Selain itu, BRI juga memperluas akses layanan keuangan bagi anggota klaster. Sebagian besar pelaku usaha yang tergabung telah memiliki rekening dan terhubung dengan fasilitas pembiayaan yang disediakan untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka.

Baca Juga  Emas Spot Naik 0,24 Persen, Mencapai USD2.628,63 per Troy Ons

Untuk memperkuat dampak pemberdayaan, berbagai program pendukung juga terus dijalankan. Program Desa BRILiaN telah menjangkau ribuan desa di seluruh Indonesia, sementara Rumah BUMN telah membantu ratusan ribu pelaku UMKM melalui berbagai pelatihan dan pendampingan usaha.

Di sisi lain, platform digital LinkUMKM juga terus berkembang dan telah dimanfaatkan oleh jutaan pengguna. Seluruh inisiatif tersebut dijalankan secara terintegrasi sebagai bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat peran sebagai agen pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Indonesia.(BY)