Fativa.id – Kabar kurang baik datang dari pemain sayap Miliano Jonathans. Pesepak bola yang memperkuat Tim Nasional Indonesia tersebut mengalami cedera serius pada bagian ligamen lutut anterior atau Anterior Cruciate Ligament (ACL) injury. Cedera ini membuatnya harus menjalani masa pemulihan yang cukup panjang dan absen dari lapangan dalam waktu lama.
Cedera tersebut menjadi perhatian serius bagi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) karena pemain berusia 21 tahun itu dipandang sebagai salah satu talenta penting bagi masa depan skuad Garuda.
Diperkirakan Baru Pulih Akhir 2026
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan bahwa federasi telah menerima laporan mengenai kondisi terbaru sang pemain. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Miliano diperkirakan baru dapat kembali bermain menjelang akhir tahun 2026.
Arya berharap proses pemulihan yang dijalani pemain tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga ia bisa kembali merumput dalam kondisi terbaiknya. PSSI juga memastikan akan terus memantau perkembangan rehabilitasi Miliano selama masa penyembuhan.
Ia menegaskan bahwa federasi akan tetap memberikan dukungan penuh kepada seluruh pemain Timnas Indonesia yang sedang mengalami cedera, termasuk Miliano Jonathans.
Cedera Terjadi Saat Membela Klub
Cedera lutut itu dialami Miliano ketika memperkuat klubnya, Excelsior Rotterdam, dalam pertandingan menghadapi SC Heerenveen. Laga tersebut berlangsung di Stadion Woudestein, Rotterdam, Belanda, pada 8 Maret 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Miliano Jonathans masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-72. Namun, ia hanya bertahan sekitar sembilan menit di lapangan sebelum akhirnya harus ditarik keluar karena mengalami masalah pada lututnya.
Setelah mengalami insiden tersebut, pemain berusia 21 tahun itu terlihat kesakitan sambil memegangi lututnya. Ia kemudian meninggalkan lapangan menggunakan tandu dan tampak menahan rasa sakit.
Pertandingan itu sendiri berakhir kurang menguntungkan bagi Excelsior Rotterdam karena harus mengakui kemenangan SC Heerenveen dengan skor 1-2.
Bukan Karena Tekel Keras
Terkait munculnya spekulasi bahwa cedera tersebut terjadi akibat duel dengan pemain Bulgaria, Hristiyan Petrov, Arya Sinulingga menilai insiden tersebut tidak perlu dikaitkan dengan pelanggaran keras.
Menurutnya, situasi itu lebih merupakan bagian dari dinamika permainan biasa di lapangan. Ia menjelaskan bahwa tidak ada tekel keras dalam momen tersebut dan kemungkinan cedera terjadi ketika Miliano melakukan lompatan saat duel.(BY)












