Sport  

KFI dan Klub Sepakat Bangun Liga Futsal Lebih Profesional dan Komersial

Sinergi KFI dan Klub: Menata Masa Depan Industri Futsal Putri dan Divisi Dua.
Sinergi KFI dan Klub: Menata Masa Depan Industri Futsal Putri dan Divisi Dua.

JakartaKompetisi Futsal Indonesia (KFI) memulai langkah pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan futsal nasional melalui forum Owners Meeting yang digelar pada Selasa, 24 Februari 2026. Pertemuan tersebut dihadiri para pemilik dan manajer klub dari Women’s Pro Futsal League (WPFL) serta Pro Futsal League 2 (PFL2).

Forum ini menjadi titik penting dalam upaya menyatukan arah kebijakan demi membangun liga yang lebih profesional, berdaya saing, dan memiliki kekuatan komersial. Diskusi berlangsung dinamis karena seluruh peserta merupakan bagian dari ekosistem futsal profesional yang memiliki kepentingan langsung terhadap perkembangan prestasi dan industri olahraga tersebut.

Musim 2026: Peningkatan Standar dan Penetapan Tuan Rumah

Dalam pertemuan itu, terdapat tiga fokus utama yang dibahas, yakni peningkatan kualitas pertandingan, perluasan eksposur media, serta penguatan aspek bisnis di luar arena laga.

KFI menilai bahwa mutu kompetisi harus terus ditingkatkan karena liga profesional menjadi wadah pembinaan pemain yang kelak memperkuat Tim Nasional Futsal Indonesia, baik putra maupun putri. Konsistensi kompetisi di level tertinggi diyakini menjadi fondasi lahirnya atlet berprestasi.

Baca Juga  Tiga Musim di JDT, Jordi Amat Segera Pulang ke Spanyol

Sebagai bentuk komitmen, WPFL dan PFL2 musim 2026 akan digelar mulai April hingga Juli. Dua kota ditetapkan sebagai pusat pertandingan, yaitu Bandung dan Sukoharjo.

Direktur Utama KFI, Rorian Pratyaksa, menegaskan bahwa forum tersebut menjadi ajang kolaborasi nyata, bukan sekadar seremoni. Ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen liga dalam mendorong kemajuan kompetisi.

Bangun Liga sebagai Entitas Industri

Menurut Rorian, peningkatan kualitas liga tidak dapat dibebankan hanya kepada operator. Diperlukan sinergi antara manajemen liga dan seluruh klub peserta yang selama ini berkontribusi terhadap perkembangan futsal nasional.

Melalui kesepakatan bersama dalam Owners Meeting, KFI dan klub-klub berkomitmen mengubah pendekatan pengelolaan liga secara mendasar. Ke depan, kompetisi tidak hanya dipandang sebagai agenda tahunan, melainkan sebagai industri olahraga yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga  Hasil Pertandingan Australia vs China, Timnas Indonesia Perlu Poin Melawan Bahrain

Transformasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi stabilitas klub, peningkatan karier pemain, serta daya tarik bagi sponsor dan mitra media. Suporter futsal pun diharapkan menikmati kompetisi yang lebih tertata, transparan, dan profesional.

Sebagai operator resmi liga futsal profesional di Indonesia, KFI menaungi penyelenggaraan Pro Futsal League (PFL), WPFL, dan PFL2. Melalui reformasi tata kelola ini, KFI menargetkan futsal Indonesia berkembang tidak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga sebagai industri olahraga yang mandiri dan berkelanjutan.(BY)