Warga Laporkan Kasus Pengurungan Suhananto ke Polisi

Kondisi pria di Ponorogo yang dikurung dalam kandang besi selama 10 tahun
Kondisi pria di Ponorogo yang dikurung dalam kandang besi selama 10 tahun

JakartaSuhananto (40) dikurung dalam kandang besi selama sepuluh tahun di belakang rumah keluarganya di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Tindakan ini dilakukan keluarga karena Suhananto kerap mengamuk, melakukan kekerasan, dan bahkan mengancam keselamatan orang tuanya.

Kandang besi tempat Suhananto tinggal memiliki ukuran panjang 2 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 2 meter.

Selama satu dekade terakhir, semua aktivitasnya—mulai dari makan, minum, hingga buang air—dilakukan di dalam kurungan tersebut. Kebutuhan dasarnya dipenuhi oleh keluarga, dan kandang itu berada tepat di halaman belakang rumah.

Pengurungan ini dilakukan karena Suhananto mengalami gangguan mental, yang muncul setelah ia kembali dari Malaysia usai bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia. Dari kondisi awal yang normal, perilakunya berubah drastis: sering marah tanpa alasan, mengamuk, tertawa sendiri, serta melakukan kekerasan terhadap keluarga dan orang di sekitarnya.

Baca Juga  Enam Pelaku Pembalakan Liar Ditangkap, Polisi Sita Tiga Chainsaw dan Kayu Olahan di Pulau Muda

Keluarga sempat membawa Suhananto ke rumah sakit jiwa, namun kondisinya kembali kambuh dan semakin membahayakan. Diana Puspitasari, adik kandung Suhananto, menceritakan bahwa keluarga nyaris tidak memiliki pilihan lain.

“Dia pernah membawa parang ke sekolah dan memukul saya. Setelah mengancam semua anggota keluarga, kami tidak punya pilihan selain mengurungnya,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Setelah berlangsung selama sepuluh tahun, warga sekitar akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi. Aparat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kasat Binmas Polres Ponorogo, AKP Agus Syaiful Bahri, menilai kondisi pengurungan ini tidak layak dan segera perlu ditangani.

Baca Juga  Viral! Pengendara Motor Serang Polisi dengan Pisau Saat Razia di Bengkulu

“Tidak layak seperti ini. Kami akan berkoordinasi dengan dinas sosial untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Rencananya, Suhananto akan dievakuasi agar mendapat perawatan medis yang layak. Pihak keluarga berharap ia dapat memperoleh perawatan kesehatan jiwa yang optimal sehingga bisa pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.(des*)