Jakarta – Banyak orang mengenal kolagen sebagai suplemen yang bermanfaat untuk menjaga elastisitas kulit dan memperlambat penuaan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa zat ini juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sendi.
Menurut penjelasan dari Biogena, kolagen memiliki beberapa jenis, dan salah satu yang paling berpengaruh bagi sendi adalah kolagen tipe 2. Jenis kolagen ini banyak ditemukan pada jaringan tulang rawan yang berfungsi menjaga kelenturan serta kekuatan sendi, sekaligus mencegah kerusakan akibat tekanan atau aktivitas berlebih.
Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kolagen tipe 2, tubuh dapat mempertahankan struktur sendi dan menurunkan risiko penyakit seperti osteoarthritis. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh menurun, sehingga asupan tambahan dari makanan menjadi penting.
Berikut beberapa makanan yang bisa membantu meningkatkan kadar kolagen tipe 2 dan mendukung kesehatan sendi:
- Kulit dan tulang rawan ayam
Bagian kulit dan tulang rawan ayam dikenal kaya kolagen tipe 2. Mengutip GoodRX, bahan ini bahkan sering digunakan dalam pembuatan suplemen kolagen karena kandungannya yang efektif membantu mengurangi nyeri dan kekakuan sendi.
Namun, karena kulit ayam juga tinggi lemak jenuh, disarankan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan agar kesehatan jantung tetap terjaga.
- Kulit babi
Kulit babi juga merupakan sumber kolagen alami. Penelitian menunjukkan bahwa kolagen yang diekstraksi dari kulit babi dapat membantu memperbaiki fungsi sendi dan mengurangi gejala radang sendi lutut.
Di beberapa negara, kulit babi diolah menjadi berbagai hidangan seperti kerupuk kulit atau jokbal khas Korea Selatan.
- Kaldu tulang ayam
Jika tulang rawan sulit dikonsumsi langsung, membuat kaldu tulang bisa menjadi alternatif. Proses perebusan lama akan melepaskan kolagen, glukosamin, serta kondroitin yang baik untuk sendi.
Kaldu ini juga memiliki efek antiinflamasi, sehingga cocok untuk mereka yang mengalami nyeri sendi atau gangguan autoimun ringan.
- Kulit ikan
Sumber kolagen lainnya berasal dari kulit ikan laut seperti kod atau hiu. Kolagen ikan lebih ramah lingkungan dan bisa menjadi pilihan bagi mereka yang menjalani diet pescatarian.
Meski harganya cenderung lebih tinggi dan rasanya khas, kolagen dari ikan tetap populer karena kualitasnya yang baik.
- Buah-buahan kaya vitamin C
Beri, jeruk, kiwi, nanas, dan apel tidak mengandung kolagen langsung, tetapi kaya akan vitamin C, nutrisi penting untuk membantu proses pembentukan kolagen di dalam tubuh.
Selain itu, senyawa antioksidan seperti antosianin dalam blueberry dapat menekan peradangan dan menjaga jaringan ikat tetap kuat.
Mengonsumsi makanan kaya kolagen dan vitamin pendukungnya, disertai gaya hidup aktif serta pola makan seimbang, dapat membantu menjaga sendi tetap fleksibel dan kuat hingga usia lanjut.(BY)












