TMMIN, Mobil Toyota Aman Gunakan Bahan Bakar Campuran Etanol hingga E20

Toyota Sebut Penggunaan Etanol pada BBM Bukan Hal Baru.

Jakarta Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru terkait penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang dicampur etanol 10 persen (E10). Rencana ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilik kendaraan, terutama mengenai dampaknya terhadap performa mesin. Namun, pihak Toyota Astra Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memastikan bahwa kendaraan Toyota sudah siap menghadapi penerapan BBM beretanol tersebut.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, menjelaskan bahwa sejak tahun 2015, sebagian besar mobil Toyota telah dirancang untuk bisa menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol hingga 20 persen. “Mobil Toyota umumnya sudah bisa menggunakan E10, bahkan beberapa model sudah kompatibel dengan E20. Kami juga memiliki model yang mampu menggunakan bahan bakar dengan kadar etanol lebih tinggi, seperti E85 hingga E100,” ujar Bob kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, penerapan etanol dalam bahan bakar bukan hal baru di industri otomotif dunia. Negara-negara di Amerika Selatan sudah lama memanfaatkan etanol sebagai campuran bahan bakar untuk menekan emisi dan meningkatkan efisiensi energi. “Dulu kami pernah diminta memproduksi mesin untuk pasar Amerika Selatan. Bahkan kami sudah buat mesin yang bisa menggunakan E100, hanya bodinya saja yang tidak kami produksi,” jelasnya.

Baca Juga  Lima Pilihan Mobil Bekas Irit dan Murah untuk Pengguna Baru

Sebelumnya, Toyota telah memperkenalkan Kijang Innova Zenix Hybrid Flexy Fuel, mobil MPV yang dirancang untuk bisa berjalan dengan bahan bakar bioetanol murni (E100). Model ini menjadi salah satu contoh penerapan teknologi fleksibel yang memungkinkan mesin beradaptasi dengan berbagai jenis bahan bakar ramah lingkungan.

Selain itu, TMMIN juga pernah memproduksi mesin 2TR-FFV berkapasitas 2.694 cc yang dipasang pada Toyota Hilux. Mesin tersebut dibuat untuk pasar Amerika Latin—terutama Argentina dan Brasil—yang sudah lebih dulu menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol tinggi.

Baca Juga  Target Penjualan Mobil 2024 Turun Jadi 850 Ribu Unit, Gaikindo Optimistis

“Memang waktu itu kita menyesuaikan dengan kebutuhan negara-negara yang sudah lebih dulu memakai etanol sebagai bahan bakar utama,” tambah Bob. Dengan kesiapan tersebut, ia menegaskan bahwa pengguna mobil Toyota di Indonesia tidak perlu khawatir jika kebijakan BBM E10 resmi diberlakukan oleh pemerintah.(BY)