Pasbar  

Pasar Murah di Kantor Bupati Mulai Senin, Batasi Pembelian

Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Pasaman Barat saat mengadakan gerakan pangan murah.
Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Pasaman Barat saat mengadakan gerakan pangan murah.

Pasaman Barat– Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, akan menyelenggarakan pasar murah pada Senin (15/9/2025) di halaman kantor bupati. 

Kegiatan ini menghadirkan lima jenis bahan pangan pokok sebagai upaya menstabilkan pasokan dan harga kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, mewakili Bupati Yulianto, menjelaskan bahwa pasar murah ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh pangan pokok dengan harga lebih terjangkau. 

“Komoditas yang tersedia antara lain beras, cabai, telur, gula pasir, bawang merah, dan minyak goreng, semuanya dijual lebih murah dibanding harga pasar,” ujarnya di Simpang Empat, Minggu (14/9).

Berikut daftar harga pangan murah yang ditawarkan:

Beras SPHP: Rp60.000/5 kg (harga pasar Rp65.500)

Cabai: Rp50.000/kg (harga pasar Rp65.000)

Baca Juga  Pasar Modal Indonesia Bullish, IHSG Naik 14 Persen Sejak Awal Tahun

Telur ayam: Rp45.000/tray (harga pasar Rp48.000)

Gula pasir: Rp15.000/kg (harga pasar Rp17.000)

Bawang merah: Rp30.000/kg (harga pasar Rp35.000)

Minyak goreng: Rp14.000/liter (harga pasar Rp16.000)

Masyarakat yang ingin membeli diminta membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Setiap konsumen dibatasi maksimal 10 kg untuk beras dan 1 kg untuk setiap komoditas lainnya.

“Kegiatan akan dimulai pukul 09.00 WIB. Kami mendorong masyarakat datang lebih awal agar dapat memanfaatkan kesempatan ini,” kata Ekadiana. Ia menambahkan, pasar murah tidak hanya digelar di Kantor Bupati, tetapi juga akan dilaksanakan secara bertahap di kecamatan-kecamatan lain di Pasaman Barat.

Menurut Ekadiana, stok pangan di wilayah Pasaman Barat saat ini masih mencukupi dan distribusi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kegiatan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan. (des*)