Agam  

Masyarakat Diminta Jauhi Radius 3 Km dari Kawah Marapi

Gunung Marapi
Gunung Marapi

Agam– Gunung Marapi yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah DatarSumatera Barat, kembali erupsi pada Kamis (11/9) pukul 10.05 WIB. Letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19,1 milimeter dan berlangsung selama sekitar 31 detik.

Ahmad Rifandi, petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, menyampaikan bahwa tinggi kolom abu tidak dapat terpantau karena tertutup awan. Saat ini, Gunung Marapi berada pada status Level II atau Waspada. “Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah utama atau Kawah Verbeek,” jelasnya dari Padang.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa banjir lahar dingin, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai dari puncak gunung. Risiko ini meningkat saat hujan, khususnya di musim hujan. PVMBG juga menghimbau masyarakat untuk memakai masker saat hujan abu untuk mengurangi gangguan pernapasan. Penumpukan material vulkanik dari erupsi dapat terbawa aliran air dan menimbulkan banjir lahar dingin, yang berpotensi membahayakan. Rifandi menekankan, “Potensi ini sangat berbahaya, seperti yang terjadi pada 11 Mei 2024 lalu, ketika hujan deras memicu banjir lahar dingin yang menewaskan puluhan orang.”(des*)