Memperkuat Imun Melawan Corona dengan Teh Sungkai Rempah

Meminum Teh Sungkai Rempah, hasil karya petani dibawah bimbingan dosen-dosen dari Unand diyakini mampu memperkuat imun demi melawan Corona. (ist)


PADANG – Pandemi Covid-19 sudah hampir dua tahun berjangkit di dunia. Berbagai daya upaya umat manusia dikerahkan untuk menghadangnya. Penyakit menular dan menginfeksi saluran pernafasan itu, melumpuhkan sendi-sendi kehidupan.

Covid-19 yang menyebar akibat Virus Corona membuat perekonomian jatuh ke titik terendah. Tatanan sosial, pendidikan, pergaulan, dan segala hal yang terkait dengan interaksi umat manusia terdampak luar biasa.

Semakin lama dilanda pandemi, ternyata dapat pula mendorong umat manusia untuk berinovasi. Berbagai cara, metode, dan karya bermunculan, baik dalam kerangka menemukan obat, maupun memutus rantai penularan, di antaranya adalah dengan melakukan penyuntikan vaksin anti Covid-19.

Salah satu tujuan vaksinasi itu adalah untuk memperkuat imun atau daya tahan tubuh terhadap serangan virus, mengurangi angka kesakitan bila terpapar, dan menghindari dampak kematian.

Memperkuat imun tidak hanya dilakukan melalui penyuntikan vaksin, tetapi juga melalui makanan. Ada banyak ragam makanan dan minuman yang patut dikonsumsi dalam usaha memperkuat daya tahan tubuh itu. Untuk mendapatkannya, manusia mesti berpikir keras dan melakukan inovasi-inovasi.

Di Kota Padang, inovasi menemukan makanan dalam rangka memperkuat imun tubuh dalam menghadapi Virus Corona, salah satunya adalah dengan meminum Teh Sungkai Rempah, hasil karya petani di bawah bimbingan dosen-dosen dari Universitas Andalas (Unand).

Baca Juga  Resmi! Dele Alli Gabung Everton dari Tottenham Hotspur

Para petani yang memperoduksinya, berhimpun dalam satu wadah bernama Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Sungkai Permai diketuai Rimbra. Dalam mengolah jenis minuman penguat imun tubuh itu, mereka didampingi sejumlah dosen Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian pada Fakultas Teknologi Pertanian, diketuai Aisman dengan anggota Elida Hanum, Henny Herwina, dan Wellyalina.

Mereka mulai intensif melakukan pendampingan sejak awal November 2021 sampai sekarang, dengan program-program diantaranya adalah tentang pengemasan produk dan perizinan usaha.

Informasi yang disampaikan Rimbra, manfaat dari Teh Sungkai Rempah ini adalah meningkatkan daya imun, kaya akan oksidan, menjaga kebugaran, menambah nafsu makan, dan sebagainya. Bahan-bahan yang digunakan sebagai komposisi produk adalah  dalam setiap kemasan mengandung daun Sungkai sebanyak 38 persen, jahe merah 31 persen, batang sereh 13 persen, dan pandan wangi 18 persen.

Produksi Teh Sungkai Rempah dilakukan di Kampung Sungkai, yang terletak di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kampung ini hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari Kampus Universitas Andalas di Limau Manis.

Menurut Aisman, pendampingan produksi Teh Sungkai Rempah ini, selain pengemasan produk dan pengurusan perizinan usaha, juga akan dilanjutkan dengan pemasaran. Salah satu kerja sama memasarkan produk ini adalah melalui kerja sama dengan Pasar Rabu Tani (PRT) melalui pasarrabutani.com yang merupakan salah satu unit usaha Koperasi Mandiri Dan Merdeka (KM DM).

Baca Juga  Bupati Seram Bagian Barat Meninggal Terpapar Covid-19

Wellyalina yang terlibat langsung dalam pendampingan untuk pengurusan perizinan usaha Teh Sungkai Rempah juga berharap untuk bisa membantu lebih lanjut usaha yang dilakukan oleh masyarakat ini sehingga selain tahap penumbuhan dan pengembangan usaha, juga sampai pada tahap pemandirian ekonomi masyarakat di sana.

Rimbra menyatakan, di Kampung Sungkai juga telah disiapkan menjadi lokasi eko-eduwisata yang dibuka untuk masyarakat umum yang mau belajar tentang pertanian ramah lingkungan, pembuatan pupuk organik, produksi pangan tradisional, produksi herbal, dan lain sebagainya.

Di sana juga disediakan penginapan dan akomodasi yang disiapkan diantaranya di Rumah Pohon untuk menikmati bentang alam perpaduan antara kampung, sawah, sungai, dan perbukitan yang harus dijaga kelestariannya.(von)


Editor : Musriadi Musanif