Modifikasi Otomotif Dinilai Mampu Dongkrak Ekonomi Nasional

Honda Accord Cielo ‘Shansokhu’ CD5 Modern Japanese Touring Car Championship (JTCC) Super GT Track Car yang ditampilkan pada MX 2026.
Honda Accord Cielo ‘Shansokhu’ CD5 Modern Japanese Touring Car Championship (JTCC) Super GT Track Car yang ditampilkan pada MX 2026.

Jakarta – Dunia modifikasi otomotif kini semakin terbuka bagi berbagai kalangan. Tidak hanya menjadi sarana menyalurkan kreativitas dan mempercantik kendaraan, modifikasi juga dinilai mampu menciptakan peluang usaha serta meningkatkan nilai tambah industri otomotif nasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan bahwa kendaraan yang telah dimodifikasi memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan karakter unik sesuai keinginan pemiliknya. Unsur personalisasi dan eksklusivitas tersebut menjadi nilai jual yang berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas.

Hal itu disampaikan Irene saat menghadiri ajang Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, kegiatan modifikasi otomotif tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pertunjukan kreativitas dalam sebuah pameran. Lebih dari itu, sektor ini dapat dikembangkan menjadi bagian dari industri kreatif yang menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi dan mampu menjawab kebutuhan pasar masa depan.

Irene menilai konsumen saat ini semakin tertarik pada produk yang memiliki ciri khas, dibuat secara khusus, dan tidak diproduksi secara massal. Tren tersebut membuka kesempatan bagi para pelaku modifikasi untuk menghasilkan karya dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Ia juga menyoroti perkembangan kemampuan modifikator dan pembangun mobil atau car builder asal Indonesia. Menurutnya, kualitas karya anak bangsa telah menarik perhatian pelaku otomotif dari berbagai negara, termasuk Italia dan Jepang.

Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas pelaku modifikasi Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi industri kreatif nasional di sektor otomotif.

Sementara itu, Director R&D Anugerah Berkat Cahaya Abadi (ABCA), Oktovianus Kasmara, menyampaikan bahwa modifikasi kendaraan dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa harus terbatas pada kelompok atau pemilik mobil tertentu.

Menurut Oktovianus, kendaraan keluaran lama pun dapat tampil lebih menarik melalui pengerjaan yang tepat. Karena itu, edukasi mengenai teknik pengecatan, pemilihan bahan, hingga tahapan pengerjaan menjadi hal penting agar masyarakat dapat memahami proses modifikasi secara menyeluruh.

Baca Juga  Sinergi Kominfo–BPS, Padang Pariaman Tuntaskan Publikasi Data 2026 dan Gaungkan Sensus Ekonomi

ABCA, lanjutnya, terbuka untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat yang ingin mempelajari teknik pengecatan kendaraan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan sekaligus mendorong semakin banyak orang untuk terlibat dalam dunia modifikasi otomotif.

Dalam IMX 2026, ABCA turut menampilkan hasil kolaborasi unggulannya bersama W2R Carchitect. Proyek tersebut berupa Honda Accord Cielo CD5 bertema ‘Shansokhu’, yang mengusung gaya mobil balap Japanese Touring Car Championship (JTCC) klasik dengan sentuhan Super GT modern.

Marketing Director PT ABCA, Sugiarto, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut menggunakan sistem pelapisan cat Spider ABCA Coating berbasis polyurethane (PU), yang dipadukan dengan produk Spider dan Silstar Clear Coat.

Nama ‘Shansokhu’ diambil dari istilah Jepang yang merujuk pada perpaduan tiga warna. Konsep ini diwujudkan melalui kombinasi hijau, hitam, dan putih yang menjadi identitas visual utama kendaraan.

Untuk merealisasikan tampilannya, Honda Accord Cielo tersebut menjalani pengecatan ulang secara menyeluruh. Warna abu-abu sebelumnya diganti dengan skema tiga warna atau tricolor, sehingga memberikan karakter yang lebih kuat dan sesuai dengan konsep mobil balap.

Desain yang diusung memadukan nuansa balap touring Jepang era klasik dengan pendekatan visual mobil Super GT masa kini. Perpaduan tersebut membuat kendaraan tidak hanya menonjol dari segi tampilan, tetapi juga menghadirkan interpretasi baru terhadap gaya modifikasi otomotif Jepang.

Pada proses pengecatan, kendaraan ini menggunakan Spider Tricolor PU Basecoat dengan pilihan warna hijau, hitam, dan putih. Lapisan akhirnya mengandalkan Silstar Spectra Clear, produk ultra high solid clear yang dilengkapi teknologi self-healing.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu lapisan pelindung memulihkan tampilan dari goresan ringan dalam kondisi tertentu. Penggunaan lapisan akhir ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan hasil pengecatan dengan kualitas dan daya tahan yang optimal.

Baca Juga  Chery Sales Indonesia Masih Dalam Tahap Riset untuk Pembangunan Pabrik

Sebelum warna utama diaplikasikan, bodi kendaraan terlebih dahulu mendapatkan perlindungan menggunakan Spider PSEP 4:1, yakni direct-to-metal epoxy primer. Material ini diaplikasikan langsung pada permukaan logam untuk menunjang daya rekat sekaligus membantu mencegah korosi dan pembentukan karat.

Tahap berikutnya menggunakan Spider PU Primer 4:1 sebagai lapisan surfacer berbasis poliuretan. Lapisan ini diterapkan di atas dempul sebelum proses pemberian warna dasar, guna mempersiapkan permukaan bodi agar lebih siap menerima pengecatan akhir.

Tidak hanya mengandalkan kombinasi warna dan teknologi pelapisan, Honda Accord Cielo ‘Shansokhu’ juga memperoleh sejumlah pembaruan pada bagian eksterior.

Komponen yang terpasang meliputi W2R Front Race Headlamp, Front Aerokit Hood, front lip, sideskirt, side splitter, Rear Upper Aerokit, rear diffuser, serta Rear Aero GT Wing. Mobil ini juga menggunakan desain natural wide body pada bagian depan dan belakang, lis pintu berwarna hitam mengilap, serta emblem Honda Red Type R.

Melalui proyek kolaborasi tersebut, ABCA memperlihatkan bagaimana perpaduan konsep desain, pengerjaan bodi, dan teknologi pengecatan dapat menghasilkan kendaraan dengan karakter yang berbeda. Kehadiran karya semacam ini di IMX 2026 sekaligus menunjukkan bahwa modifikasi otomotif berpotensi berkembang sebagai industri kreatif yang menggabungkan keterampilan teknis, inovasi, dan nilai komersial.(BY)