5 Surga Matcha yang Wajib Dikunjungi

Ilustrasi matcha.
Ilustrasi matcha.

Jakarta – Jepang memiliki tradisi minum teh yang telah berkembang selama berabad-abad. Salah satu jenis teh yang kini semakin dikenal luas adalah matcha, bubuk teh hijau yang tidak hanya disajikan sebagai minuman, tetapi juga banyak diolah menjadi aneka makanan.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal matcha lebih dekat, Jepang memiliki sejumlah daerah dan tempat wisata yang menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung tidak sekadar dapat mencicipi matcha, tetapi juga berkesempatan melihat perkebunan teh, mempelajari proses pengolahannya, hingga mencoba membuat minuman tersebut secara langsung.

Beberapa destinasi bahkan menyediakan pengalaman menggiling daun teh dengan batu giling, meracik matcha menggunakan pengocok bambu, serta mengikuti tradisi minum teh khas Jepang.

Berikut sejumlah destinasi yang dapat masuk dalam daftar perjalanan wisatawan pencinta matcha:

1. Uji, Kyoto

Uji menjadi salah satu kawasan yang erat kaitannya dengan produksi teh Jepang. Kota yang berada di Prefektur Kyoto ini dapat dijangkau dari Stasiun Kyoto dengan menggunakan JR Nara Line, dengan waktu perjalanan sekitar 17 menit.

Selain terkenal karena teh dan matcha, Uji memiliki berbagai objek wisata, seperti Sungai Uji, Jembatan Uji, dan Kuil Byodoin.

Wisatawan dapat berjalan menyusuri Byodoin Omotesando yang dipenuhi toko teh, cendera mata, serta beragam kuliner berbahan matcha.

Pengunjung juga dapat merasakan pengalaman minum teh tradisional di Taihoan. Dengan biaya sekitar 1.000 yen atau sekitar Rp114 ribu, wisatawan dapat menikmati semangkuk matcha yang disajikan bersama kudapan khas Jepang.

Sementara di Fukujuen Ujicha Kobo, wisatawan dapat mempelajari pengolahan teh dan mencoba menggiling daun teh hingga menjadi bubuk matcha sebelum menikmatinya.

2. Nishio, Aichi

Nishio dikenal sebagai salah satu sentra penghasil matcha di Jepang. Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengetahui proses produksi matcha secara lebih dekat, mulai dari perkebunan hingga menjadi minuman siap saji.

Baca Juga  Eksplorasi Solo Saat Lebaran, 5 Tempat Wisata yang Sayang Dilewatkan

Di kawasan tersebut, pengunjung dapat melihat perkebunan teh Inariyama dan mempelajari proses pengolahan teh di fasilitas produksi.

Salah satu hal menarik adalah keberadaan sekitar 120 batu giling yang digunakan untuk mengubah daun teh menjadi bubuk matcha. Wisatawan juga diberi kesempatan mencoba mengoperasikan alat tersebut.

Setelah proses penggilingan selesai, pengunjung dapat membuat matcha sendiri menggunakan chasen, yaitu pengocok teh tradisional dari bambu. Minuman tersebut kemudian dapat dinikmati bersama manisan khas Jepang.

3. Shizuoka

Nama Shizuoka tidak dapat dipisahkan dari industri teh Jepang. Prefektur ini merupakan salah satu pusat produksi teh terbesar di Negeri Sakura dan menyumbang lebih dari 40 persen produksi teh nasional.

Hamparan perkebunan teh menjadi salah satu daya tarik wisata di kawasan tersebut. Berbagai kegiatan bertema budaya teh juga tersedia bagi wisatawan.

Salah satunya adalah pengalaman Tea Pairing and Matcha Calligraphy di Kota Shizuoka. Dalam kegiatan ini, wisatawan dapat memadukan pengalaman menikmati teh dan makanan sekaligus mencoba seni kaligrafi menggunakan larutan yang dibuat dari bubuk teh lokal.

Berbagai sajian kuliner berbahan teh juga dapat ditemukan di Shizuoka, sehingga pengunjung memiliki kesempatan mencicipi matcha dan olahan teh dalam beragam bentuk.

4. Nihondaira

Masih berada di wilayah Kota Shizuoka, Nihondaira merupakan kawasan dataran tinggi yang menawarkan panorama alam menarik. Dari tempat ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan Gunung Fuji, Samudra Pasifik, serta perkebunan teh yang membentang di sekitarnya.

Perjalanan wisata dapat dilanjutkan dengan menaiki kereta gantung dari Nihondaira menuju Kuil Kunozan Toshogu.

Baca Juga  Bukan Cuma Soal Rasa, Ini Alasan Matcha Berikan Energi Lebih Stabil Ketimbang Kopi

Selain panorama alam, wisatawan juga dapat menemukan sejumlah kuliner berbahan teh. Es krim matcha menjadi salah satu pilihan yang populer. Ada pula taiyaki dengan tambahan daun teh dalam adonannya.

5. Fujinokuni Tea Museum, Shizuoka

Fujinokuni Tea Museum terletak di Kota Shimada, Prefektur Shizuoka. Tempat ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin memahami lebih jauh sejarah, budaya, serta perkembangan teh di Jepang.

Museum tersebut tidak hanya menyimpan berbagai koleksi terkait teh, tetapi juga memiliki taman bergaya Jepang dan dikelilingi suasana perkebunan teh.

Pengunjung dapat mengikuti pengalaman minum teh tradisional sembari menikmati matcha dan manisan Jepang. Wisatawan juga memiliki kesempatan untuk membuat matcha secara langsung.

Untuk mengikuti kegiatan minum teh, tarif yang dikenakan sekitar 700 yen atau setara Rp80 ribu.

Ada pula aktivitas menggiling tencha menggunakan batu giling untuk menghasilkan matcha. Kegiatan yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut dikenakan biaya 300 yen atau sekitar Rp34 ribu, di luar harga tiket masuk museum.

Adapun tiket masuk Fujinokuni Tea Museum untuk pengunjung umum dibanderol sekitar 500 yen atau kurang lebih Rp57 ribu.

Dengan beragam pilihan tersebut, wisatawan tidak hanya dapat menikmati cita rasa matcha, tetapi juga memahami perjalanan teh Jepang dari perkebunan hingga tersaji dalam secangkir minuman.(BY)