Padang  

Pemancing Patah Kaki Jatuh dari Tebing

Pemancing Terjatuh di Tepi Tebing Bukit Lampu, Tim SAR Padang Bergerak Evakuasi.
Pemancing Terjatuh di Tepi Tebing Bukit Lampu, Tim SAR Padang Bergerak Evakuasi.

Padang — Seorang pemancing mengalami kecelakaan setelah terjatuh di kawasan tepi tebing Bukit Lampu, Kecamatan Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (13/9/2026). Peristiwa itu terjadi ketika korban hendak menuju lokasi untuk memancing.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang menerima informasi kejadian tersebut dari BPBD Kota Padang sekitar pukul 08.24 WIB. Laporan disampaikan oleh petugas BPBD Padang, Orlando.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan dengan mengirimkan tim rescue ke lokasi untuk melakukan pencarian sekaligus evakuasi.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 06.30 WIB dengan tujuan memancing di kawasan Bukit Lampu. Saat berada di sekitar lokasi yang berada di dekat jurang, korban diduga kehilangan keseimbangan hingga terjatuh di area tepi tebing.

Insiden tersebut menyebabkan korban diduga mengalami patah tulang pada bagian kaki atau ekstremitas bawah. Korban kemudian meminta bantuan agar dapat segera dievakuasi dari lokasi.

Baca Juga  Demi Keamanan Perjalanan, KAI Minta Penumpang Lebih Waspada Jaga Barang Bawaan

Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang berangkat menuju lokasi sekitar pukul 08.45 WIB. Sebanyak tujuh personel diterjunkan dalam operasi tersebut.

Perjalanan dari kantor SAR menuju lokasi diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu jam melalui jalur darat. Titik kejadian berada di sekitar koordinat 1°02’35.2″S 100°22’47.8″E.

Secara garis lurus, lokasi tersebut berjarak sekitar 26,69 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Sedangkan melalui jalur darat, jaraknya diperkirakan mencapai 32 kilometer.

Untuk mendukung operasi, tim SAR membawa sejumlah perlengkapan, seperti Rescue Car, peralatan SAR mountaineering, perlengkapan medis dan komunikasi, serta drone thermal.

Peralatan tersebut digunakan untuk membantu petugas menjangkau titik korban dan menjalankan proses evakuasi. Kondisi medan yang terjal menjadi salah satu tantangan dalam operasi tersebut.

Baca Juga  Drama di Laut Sumatera Barat: Badai Terjang Perahu Pemancing

Abdul Malik menjelaskan, tim harus ekstra berhati-hati ketika menuju posisi korban karena karakteristik medan yang cukup curam. Keselamatan seluruh personel SAR tetap menjadi perhatian selama proses evakuasi berlangsung.

Hingga laporan awal diterima, identitas korban masih dalam tahap pendataan. Cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan. Sementara itu, tim SAR gabungan masih melakukan upaya evakuasi korban menuju lokasi yang lebih aman.(des*)