Ratusan Ribu Warga Mengungsi Usai Gempa Jepang

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan upaya penyelamatan terus berlanjut
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan upaya penyelamatan terus berlanjut

JakartaGempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026), mengakibatkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia. Gempa dangkal yang berpusat di daratan tersebut juga memicu kerusakan parah pada permukiman warga serta berbagai fasilitas infrastruktur.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan proses pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan hingga Rabu (29/7/2026).

Tim gabungan dikerahkan untuk mencari warga yang dilaporkan hilang maupun memberikan pertolongan kepada korban yang mengalami luka-luka.

Salah satu lokasi dengan jumlah korban terbanyak berada di Mal Aeon Kumamoto, Kota Kashima. Bangunan itu diduga mengalami ledakan akibat kebocoran gas yang menyebabkan lantai dua runtuh.

Baca Juga  Kerusuhan Demo di London, Petugas Alami Cedera Serius, Puluhan Demonstran Diamankan

Dinas Pemadam Kebakaran Kumamoto menyebutkan operasi pencarian masih dipusatkan di area mal. Sebelumnya, petugas menemukan dua korban meninggal yang merupakan perempuan, sementara seorang korban lainnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Kerusakan juga terjadi di kawasan industri. Sebuah cerobong asap berukuran besar di pabrik Yatsushiro milik Nippon Paper Industries ambruk dan menimpa sejumlah orang yang berada di bawah reruntuhan.

Sementara itu, Badan Pemadam Kebakaran dan Manajemen Bencana Jepang mengimbau lebih dari 260.000 warga untuk mengungsi. Selain masyarakat di Prefektur Kumamoto, perintah evakuasi juga diberlakukan bagi sebagian wilayah Prefektur Nagasaki sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya lanjutan.(des*)