YIA Siap Operasi 24 Jam, Pemerintah Awasi Ketat Layanan Mudik

Menko Polkam Djamari Chaniago mengunjungi Stasiun Tugu Yogyakarta untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar.
Menko Polkam Djamari Chaniago mengunjungi Stasiun Tugu Yogyakarta untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar.

Yogyakarta – Menjelang Idulfitri dan periode libur Lebaran, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, melakukan peninjauan ke Bandara Internasional Yogyakarta serta Stasiun Yogyakarta. Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan arus mudik dan arus balik berlangsung tertib, aman, serta terkendali.

Saat berada di bandara, Djamari menegaskan bahwa aparatur negara memiliki tanggung jawab utama untuk melayani masyarakat, khususnya pada momen dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran. Ia meminta seluruh unsur pelayanan publik memastikan kesiapan operasional, termasuk mengakomodasi maskapai yang ingin membuka layanan penerbangan selama 24 jam.

Menurutnya, salah satu aspek krusial adalah kecepatan penyampaian informasi ketika terjadi keterlambatan penerbangan. Penumpang, kata dia, harus segera mengetahui jadwal keberangkatan terbaru atau solusi pengganti. Karena itu, koordinasi antara pengelola bandara dan maskapai harus terjalin intensif setiap waktu.

Pesan serupa juga disampaikan ketika ia mengunjungi Stasiun Tugu. Djamari mengingatkan bahwa pekerja sektor layanan publik memang kerap tetap bertugas saat hari raya. Ia meminta pengaturan jadwal kerja dilakukan secara cermat agar tidak memicu kelelahan yang berpotensi menimbulkan kelalaian maupun insiden.

Baca Juga  Meningkatnya Pengguna Mobil Listrik, 3.558 SPKLU Disiapkan untuk Mudik Lebaran 2025

Ia juga mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri demi menjamin kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, dedikasi petugas di lapangan menjadi kunci suksesnya pengamanan dan pelayanan selama masa mudik.

Sementara itu, Asisten I Setda DIY, Aria Nugrahadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah DIY telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan pemudik. Berdasarkan proyeksi, jumlah pergerakan orang yang masuk ke Yogyakarta selama periode Lebaran berpotensi mencapai sekitar 8 juta. Ia menilai dukungan dari Kemenko Polkam semakin memperkuat kesiapan daerah dalam menyambut tamu dan wisatawan.

General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Ruly Artha, menjelaskan bahwa posko terpadu akan mulai beroperasi penuh pada 11 Maret dengan melibatkan ratusan personel. Pihaknya memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 13 Maret. Bandara juga membuka peluang bagi maskapai yang ingin beroperasi sepanjang hari serta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi penundaan penerbangan.

Baca Juga  Program Cetak Sawah 150 Ribu Ha Dukung Swasembada Pangan

Di sisi lain, Direktur Operasi KAI, Awan H Purwadinata, menyebut lonjakan penumpang di Stasiun Tugu diprediksi lebih tinggi saat arus balik dibanding arus mudik. Untuk mengantisipasi kepadatan, KAI melakukan pemantauan di titik-titik rawan serta memastikan perlintasan resmi dijaga petugas. Perusahaan juga menggandeng BMKG guna memantau perkembangan cuaca selama periode libur.

Secara umum, seluruh pihak menyatakan kesiapan untuk memberikan pelayanan optimal, dengan harapan dukungan lintas kementerian dan lembaga dapat memperlancar mobilitas masyarakat selama perayaan Idulfitri.(BY)