AS Klaim Tembak Kapal Perang Iran di Perairan Internasional

Ilustrasu
Ilustrasu

Jakarta – Sebuah tragedi terjadi di lepas pantai Sri Lanka, Rabu (4/3/2026), saat kapal perang fregat Iran, IRIS Dena, meledak dan tenggelam, menyebabkan hampir 150 anggota Angkatan Laut Iran hilang dan beberapa lainnya meninggal.

Angkatan Laut Sri Lanka berhasil menyelamatkan 32 awak kapal yang kemudian dilarikan ke rumah sakit, sementara 148 personel lainnya masih dinyatakan hilang.

Untuk operasi pencarian, Sri Lanka mengerahkan dua kapal dan satu pesawat ke lokasi insiden.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menjelaskan di hadapan parlemen bahwa fregat tersebut sedang dalam perjalanan pulang ke Iran setelah mengikuti latihan militer gabungan dengan India di Pangkalan Laut Vishakhapatnam.

Kru kapal sempat mengirim sinyal darurat pada Rabu dini hari, dan dalam waktu kurang dari satu jam, tim penyelamat mencapai lokasi sekitar 40 km dari Pelabuhan Galle.

Baca Juga  Gudang Amazon Ambruk karena Tornado, 6 Orang Dilaporkan Tewas

“Pencarian masih terus berlangsung, namun kami belum mengetahui kondisi kru kapal lainnya,” ujar seorang pejabat pertahanan Sri Lanka kepada AFP. Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menambahkan bahwa timnya telah menemukan beberapa jenazah di area tenggelamnya kapal.

“Kami merespons panggilan darurat sesuai kewajiban internasional dalam area pencarian dan penyelamatan Samudera Hindia, dan telah menemukan beberapa jenazah dari lokasi kejadian,” kata Sampath. Sri Lanka menekankan posisi netralnya terkait konflik Timur Tengah dan terus mendorong dialog untuk penyelesaian damai.

Baca Juga  Israel Selangkah Lagi Punya Pemimpin Baru Tanpa Netanyahu

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengklaim kapal perang Iran itu tenggelam setelah diserang oleh kapal selam AS, menyebut fregat tersebut sebagai kapal andalan Iran, Soleimani. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai insiden ini.(des*)