Masyarakat Diimbau Gunakan Masker Saat Hujan Abu Marapi

Gunung Marapi
Gunung Marapi

Tanah DatarGunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Selasa dini hari, 3 Maret 2025, pukul 02.19 WIB. Erupsi tersebut menyebarkan abu ke beberapa wilayah di Kabupaten Tanah Datar, sehingga beberapa area tertutup abu pada pagi harinya.

Berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Gunungapi Marapi, kolom abu tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 mm dan durasi ± 1 menit 25 detik. Namun, ketinggian abu tidak dapat terukur. Beberapa video yang beredar memperlihatkan abu menutupi jalan, kendaraan, hingga sayuran warga.

Masyarakat dihimbau untuk selalu menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna mencegah gangguan saluran pernapasan, terutama saat hujan abu terjadi.

Sebelumnya, pada Minggu sore, Gunung Marapi juga mengalami erupsi dengan kolom abu setinggi ± 1.800 meter dari puncak atau 4.391 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga  Hujan Abu Gunung Lewotobi Laki-Laki, Masyarakat Diminta Gunakan Masker

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan status Gunung Marapi tetap pada Level II (Waspada). PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati area dalam radius 3 km dari kawah aktif, yakni Kawah Verbeek.

“Warga di sekitar Marapi diminta tetap waspada. Area dalam radius 3 kilometer dari kawah sebaiknya steril dari aktivitas manusia,” ujar petugas Pos Pengamatan Gunungapi Marapi di Bukittinggi, dalam rilis resmi PVMBG.

PVMBG juga memberi peringatan bagi warga yang tinggal di bantaran sungai berhulu dari puncak Marapi, terutama menjelang musim hujan, karena potensi bahaya lahar dan banjir lahar dingin dapat meningkat sewaktu-waktu.

Baca Juga  Peran Nagari Diperkuat dalam Layanan Administrasi Kependudukan

Selain itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas atau hoaks terkait aktivitas gunung api.(des*)