Teheran – Pemerintah Iran menegaskan kesiapannya menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Pengalaman bentrokan selama 12 hari pada Juni 2025 disebut menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat strategi ke depan.
Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa Teheran tidak pernah menjadi pihak yang memicu peperangan. Namun demikian, menurutnya, Iran telah menyiapkan diri untuk menghadapi skenario konflik jangka panjang.
Dalam pernyataannya di platform X, Larijani menegaskan bahwa Iran memiliki kesiapan berbeda dibandingkan Amerika Serikat. Ia menilai negaranya telah mengantisipasi kemungkinan perang berkepanjangan.
Larijani juga menekankan bahwa selama sekitar tiga abad terakhir, Iran mengedepankan sikap defensif dan tidak memulai agresi militer. Ia menyebut angkatan bersenjata negaranya hanya bergerak dalam konteks pertahanan.
Menurutnya, Iran akan mempertahankan kedaulatan serta peradabannya yang telah berusia ribuan tahun, apa pun konsekuensinya. Ia juga memperingatkan bahwa pihak-pihak yang dianggap salah memperhitungkan kekuatan Iran akan menghadapi dampaknya.(BY)












