Nusa Dua – Kartu Prakerja Meningkatkan Kompetensi Masyarakat untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, menyampaikan bahwa Kartu Prakerja bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat guna mencapai visi Indonesia Emas 2045. Dalam sebuah acara Inclusive Lifelong Learning Conference di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, pada Senin (3/6/2023), Denni mengungkapkan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat bagi semua orang untuk meningkatkan kemampuan mereka.
“Dalam mencapai Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan sumber daya manusia yang produktif,” ujar Denni. “Pendidikan biasanya diinterpretasikan sebagai pendidikan formal dari mulai PAUD hingga perguruan tinggi. Namun, setelah perguruan tinggi, kita jarang melihat upaya yang terorganisir.”
Denni menegaskan bahwa upaya pembelajaran harus terus berlanjut setelah masa perguruan tinggi, dan inilah peran penting Kartu Prakerja. Program ini merupakan kelanjutan dari upaya dalam sektor pendidikan yang mencakup rentang usia dari 18 hingga 64 tahun.
“Setelah melewati masa produktif, masyarakat seringkali menghadapi kerentanan, terutama di usia pertengahan antara 30 hingga 40 tahun. Skill yang dimiliki mereka bisa menjadi usang setelah menyelesaikan pendidikan di usia 22 tahun, dan tantangan bagi mereka adalah bagaimana cara untuk terus memperbarui diri,” tambah Denni.
Kartu Prakerja bertujuan untuk menjaga agar kemampuan masyarakat tidak stagnan, sehingga mereka tetap dapat bekerja secara produktif hingga usia pensiun. Dengan program ini, diharapkan generasi berikutnya tidak menjadi beban karena para pekerja telah memiliki kompetensi yang relevan dan terus diperbarui.
Salah satu kunci dari program ini adalah kolaborasi dengan UNESCO, yang bertujuan untuk memperluas jaringan global. Kolaborasi ini memungkinkan pemerintah untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan masukan dari mitra-mitra yang ada, terutama dari organisasi non-pemerintah (NGO) dan korporasi dengan foundation atau yayasan.
“Melalui kerjasama dengan UNESCO dan jaringan internasionalnya, kita dapat belajar dari para ahli di bidang longlife learning (pembelajaran sepanjang hayat) dan saling bertukar pengalaman,” ucap Denni.
Kartu Prakerja menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Dengan pendekatan pembelajaran sepanjang hayat, diharapkan kemampuan masyarakat akan terus ditingkatkan, menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi masa depan dengan penuh percaya diri. (des)












