Jakarta – Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi anggaran pendidikan. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak sesuai dengan fakta.
Teddy mengatakan belakangan muncul narasi dari sejumlah pihak yang menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG berdampak pada berkurangnya anggaran pendidikan, sehingga sekolah dan para guru disebut tidak lagi menjadi prioritas pemerintah. Menurutnya, anggapan tersebut merupakan informasi yang keliru.
Ia menegaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program ini menyasar peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.
Teddy juga menjelaskan bahwa anggaran pendidikan untuk tahun 2026 telah disepakati sebelumnya oleh pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui pembahasan bersama Badan Anggaran DPR pada tahun lalu. Dalam kesepakatan tersebut, penggunaan dan rincian alokasi dana pendidikan telah ditetapkan.
Menurutnya, keberadaan program MBG tidak mengurangi program pendidikan yang sudah berjalan. Seluruh program tetap dilanjutkan tanpa pengurangan.
Ia mencontohkan sejumlah program pendidikan yang masih berjalan, salah satunya adalah Kartu Indonesia Pintar. Selain itu, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto bahkan menambah inisiatif baru di sektor pendidikan, yakni program Sekolah Rakyat.
Teddy menekankan bahwa pemerintah justru berupaya memperkuat sektor pendidikan dengan memperluas program yang fokus pada kebutuhan siswa, sekolah, dan tenaga pendidik.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyampaikan bahwa pendanaan program MBG berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk dari pos anggaran pendidikan.
Esti menjelaskan bahwa dalam lampiran APBN yang tertuang dalam Peraturan Presiden disebutkan bahwa dari total anggaran pendidikan sebesar Rp769 triliun, sekitar Rp223,5 triliun dialokasikan untuk program MBG. Ia menilai penjelasan tersebut perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memahami informasi yang sesuai dengan data resmi.(BY)












