Jakarta – Bagi sebagian orang, kopi terasa kurang lengkap tanpa tambahan krimer. Bahan ini memang membuat tekstur minuman jadi lebih lembut dan creamy. Namun, tidak semua krimer memberikan manfaat bagi kesehatan. Karena itu, penting memahami cara memilih krimer yang lebih ramah bagi tubuh.
Umumnya krimer dibuat dari susu, tetapi banyak juga produk berbahan dasar nabati. Meski praktis dan menambah cita rasa, konsumsi berlebihan dapat berdampak kurang baik.
Kandungan Krimer yang Perlu Diwaspadai
Ahli nutrisi Samantha Cassetty menjelaskan bahwa sebagian besar krimer termasuk kategori makanan ultra-proses yang kerap dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan. Dalam tulisannya di Today, ia menyebutkan bahwa krimer kerap mengandung lemak jenuh dan gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
Asupan lemak jenuh maupun gula berlebih diketahui berhubungan dengan gangguan kesehatan, terutama jika dikonsumsi rutin dalam jangka panjang. Karena itu, penting memperhatikan komposisi pada label kemasan.
Perlu diingat, informasi nilai gizi biasanya dihitung untuk satu sendok makan. Jika penggunaan melebihi takaran tersebut, jumlah gula dan lemak jenuh yang masuk ke tubuh pun ikut bertambah.
Rekomendasi dari American Heart Association menyarankan agar pria membatasi konsumsi gula tambahan maksimal 36 gram per hari, sedangkan wanita tidak lebih dari 25 gram per hari.
Selain gula dan lemak jenuh, banyak krimer juga mengandung zat pengental dan pengemulsi. Bahan tambahan ini tidak memberikan manfaat signifikan bagi jantung maupun sistem pencernaan.
Tips Memilih Krimer yang Lebih Sehat
Memang tidak mudah menemukan krimer yang sepenuhnya bebas gula dan lemak jenuh. Namun, konsumen tetap bisa memilih produk dengan kandungan yang lebih terkendali.
Berikut beberapa panduan memilih krimer menurut Cassetty:
Pilih produk dengan lemak jenuh tidak lebih dari 2 gram per sajian.
Batasi gula tambahan maksimal 4 gram (sekitar satu sendok teh) per sajian.
Hindari produk yang mengandung karagenan sebagai bahan pengental.
Sebaiknya tidak mengandung pemanis buatan.
Sementara itu, ahli diet onkologi klinis Amy Bragagnini menyarankan agar konsumen mengenali sebagian besar bahan yang tercantum pada label. Membandingkan komposisi antarproduk juga dapat membantu menemukan pilihan yang lebih baik.
Ia juga menganjurkan memilih krimer dengan jumlah bahan pengental seminimal mungkin. Bila tersedia, produk dengan sedikit kandungan protein bisa menjadi nilai tambah.
Pada akhirnya, pemilihan krimer tetap kembali pada preferensi masing-masing. Meski ada produk yang dianggap lebih sehat karena rendah gula dan kalori, rasa tetap menjadi faktor penting. Jika rasanya tidak sesuai selera, seseorang mungkin tidak akan menikmatinya dalam secangkir kopi sehari-hari, sebagaimana dikutip dari USA Today.(BY)












